Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Obama desak Myanmar hentikan kekerasan terhadap muslim Rohingya

Obama desak Myanmar hentikan kekerasan terhadap muslim Rohingya Barrack Obama. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - p>Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama hari ini mendesak Myanmar agar menghentikan kekerasan terhadap warga muslim yang menjadi minoritas di negara itu. Namun, Obama tetap memuji reformasi ekonomi dan politik dilakukan Myanmar.

Kantor berita Reuters melaporkan, Selasa (21/5), saat menerima kunjungan pertama dalam 47 tahun dari pemimpin negara Asia Tengara itu di Gedung Putih, Obama menyerukan untuk mengakhiri pembunuhan muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, sebelah barat Myanmar.

Sementara Presiden Myanmar Thein Sein bersumpah akan menyelesaikan konflik etnis dan membawa pelaku ke pengadilan.

"Saya juga menyatakan keprihatinan kami yang mendalam terkait kekerasan yang dialami komunitas muslim di Myanmar. Pengungsian dan kekerasan yang dialami mereka harus dihentikan," kata Obama.

Obama mengatakan para pemimpin Myanmar telah meyakinkan dia bahwa mereka berniat untuk melepaskan tahanan politik dan melakukan reformasi politik yang sudah mulai terlihat serta mengakhiri keterasingan dari dunia Barat.

"Apa yang telah memungkinkan terjadinya hubungan ini adalah bahwa Presiden Sein telah memperlihatkan pergerakan Myanmar menuju jalan reformasi politik dan ekonomi," ujar presiden kulit hitam pertama di Negeri Adidaya itu.

Setidaknya 192 orang tewas pada tahun lalu setelah kekerasan antara umat Buddha dan warga muslim Rohingya meletup di Rakhine. Sebagian besar korban dan 140 ribu orang, yang kebanyakan warga muslim, kehilangan tempat tinggal akibat kerusuhan itu.

Warga Rohingya juga kerap mendapat diskriminasi lantaran kewarganegaraannya ditolak oleh pemerintah Myanmar.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP