Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Netizen berdebat gara-gara jemaah Haji tawaf pakai segway

Netizen berdebat gara-gara jemaah Haji tawaf pakai segway Jemaah haji tawaf pakai segway. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Video ibadah haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, memicu perdebatan di dunia maya. Pangkal masalahnya adalah seorang jemaah berpakaian ihram menggunakan kendaraan listrik saat melaksanakan tawaf.

Dalam menjalani rukun wajib haji itu, pria tak diketahui identitasnya atau kebangsaannya tersebut mengelilingi Kabah menggunakan motor listrik merek segway. Video berdurasi 21 detik ini disebarkan pertama kali oleh akun Twitter @BHTofficial awal pekan lalu.

Arab News melaporkan, Rabu (2/9), video ini viral di jejaring sosial, khususnya di kalangan netizen Timur Tengah. Pengguna Internet berdebat soal sah tidaknya ibadah tawaf memakai segway.

"Tidak bisa seperti itu. Jika kedua kakinya masih normal, seharusnya tawaf dilakukan dengan berjalan," kata akun @AsnSaleem lewat Twitter.

Sedangkan beberapa netizen lainnya tidak menyalahkan penggunaan segway dalam tawaf. "Menurut saya secara fiqih tidak dilarang. Tapi seandainya bisa dihindari, seharusnya tidak perlu menggunakan alat bantu," kata Qasmi Shambali, pakar hadis asal India.

Sekadar informasi, alat yang digunakan oleh jemaah itu adalah segway. Benda sekilas mirip bagian depan sepeda ini kendaraan listrik yang berjalan dengan menyeimbangkan-sendiri dua roda, diciptakan sejak 2003.

Segway dirancang oleh Dean Kamen, peneliti asal Amerika Serikat. Selama lima tahun terakhir, segway semakin populer, termasuk di Indonesia, walau cuma bisa digeber dengan kecepatan 6,4 km/jam. Harga eceran kendaraan listrik ini, untuk yang paling murah, mencapai Rp 13 juta per unit.

Ini video tawaf yang memicu perdebatan tersebut:

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP