Nenek 104 tahun kembali jajal paralayang
Merdeka.com - Seorang nenek berusia 104 tahun asal Inggris kembali memecahkan rekor menjadi orang tertua yang menjajal paralayang, seperti dilaporkan surat kabar the Daily Mail, Senin (30/4).
Peggy McAlpine yang punya dua anak, empat cucu, dan dua cicit nekat menjajal olahraga dirgantara dari sebuah bukit setinggi 356 meter di sebelah utara Siprus. Dia tidak mau kalah setelah rekor pertamanya dipecahkan oleh wanita paruh baya asal Amerika Serikat,Mary Allen Hardison.
Angela Gokasan dari perusahaan paralayang Highline Air Tours mengatakan Peggy berhasil menyelesaikan penerbangan keduanya dengan pilot Ozgur Gokasan. "Mereka melayang di angkasa dan mendarat tepat di dekat berkumpulnya keluarga dan teman disaksikan tiga saksi dari Guinness Book of Records." kata Angela.
Nama dia akan kembali masuk dalam Guinness Book of Records sebagai orang tertua dalam lima tahun terakhir yang mencoba olahraga paralayang.
Beberapa tahun silam nama Peggy pernah masuk dalam buku rekor sejagat itu. Tetapi, lima tahun lalu, rekornya pecah oleh nenek asal Negara Bagian Utah, Amerika Serikat, Mary Allen Hardison, 101 tahun, yang menjajal paralayang pada 14 April di Gunung Kyrenia.
Peggy mengatakan dia cinta ketinggian sejak muda saat menjadi penumpang pesawat yang dikemudikan Sir Alan Cobham, seorang legenda dirgantara, pada 1920.
Walau harus menggunakan kursi roda saat menaiki bukit, Peggy pantang menyerah. Nenek pensiunan itu pertama kali tertarik olahraga ekstrim pada umur 80. Saat itu cucunya mengatakan kepada dia harus mencoba lompat bungee di sebuah acara di Kota Essex, Inggris.
Peggy lantas memenuhi tantangan cucunya lompat bungee, walau dia mengatakan jantungnya berdegup kencang. "Tapi saya sudah sampai sejauh ini dan tidak akan berhenti. Jadi saya beranikan diri berdiri dia atas pijakan sambil mengumpulkan nyali, lalu lompat," kata Peggy. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya