Nekat lewati perbatasan Amerika, bocah Guatemala tewas
Merdeka.com - Seorang bocah Guatemala berusia 11 tahun ditemukan tewas terpanggang matahari di Negara Bagian Texas, Amerika Serikat. Dia melintasi perbatasan sendirian dan diyakini meregang nyawa sebab kelaparan serta haus.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (1/7), Gilberto Fransisco Ramos Juarez menjadi korban tewas pertama dalam meningkatnya kenekatan warga Amerika Tengah mengirimkan anak-anak mereka ke seluruh perbatasan Negara Adidaya itu. Mayat Ramos ditemukan sekitar dua kilometer dari wilayah Rio Bravo, memisahkan antara Amerika dan Meksiko.
"Anak itu tidak menguasai wilayah dan diyakini dia tersesat namun tidak mempunyai bekal makan serta minum," ujar kepala kepolisian setempat Eddie Guerra. Petugas memang belum merilis penyebab resmi kematiannya namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Mereka percaya Ramos ditinggalkan oleh penyelundup yang membawanya melintasi perbatasan.
Lebih dari 52 ribu anak-anak tanpa pendamping ditangkap otoritas Amerika sebab masuk ke negara itu tanpa dokumen lengkap. Petugas mengatakan rata-rata mereka dari negara miskin seperti Guatemala yang hanya mempunyai pendapat perkapita sepertiga dari Meksiko. Sementara konsulat Guatemala di Amerika enggan memberi keterangan seputar kematian ini.
Penyeberangan antara Meksiko-Texas, Amerika memang berbahaya. Menurut peneliti ada sebuah desa tak berpenghuni yakni Falfurrias dan disana ditemukan kuburan massal sekitar 120 orang imigran yang tewas saat melintasi wilayah itu. (mdk/din)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya