Negosiasi gagal, Polisi Bangladesh serbu ISIS di kafe Dhaka
Merdeka.com - Upaya negosiasi oleh tim antiteror Bangladesh tidak membuahkan hasil. Militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) yang menyandera sedikitnya 20 orang di Kafe Holey Artisan Bakery, Ibu Kota Dhaka, menolak menyerah tanpa perlawanan.
Alhasil, pasukan antiteror akan dikerahkan sesudah adzan Subuh untuk menyerbu masuk. Dilaporkan ada delapan orang militan yang masih menyandera puluhan pengunjung kafe.
"Negosiasi gagal. Kami akan mengakhiri penyanderaan dengan operasi pembebasan," kata Gowher Rizvi, Penasehat Khusus Perdana Menteri Bangladesh kepada Kantor Berita Reuters, Sabtu (2/7).
Keputusan aparat melakukan serangan menyeluruh ke dalam kafe sudah disampaikan pada beberapa duta besar yang warganya disandera di dalam gedung. "Insiden ini adalah serangan bunuh diri. Para teroris sejak awal ingin menimbulkan korban jiwa sebanyak-banyaknya sehingga tidak tersedia ruang negosiasi," kata Mario Palma, Dubes Italia untuk Bangladesh.

Setidaknya ada tujuh warga negara Italia yang menjadi sandera. Warga asing lainnya yang diduga kuat turut ditawan ISIS di Kafe Holey Artisan adalah turis Argentina serta Jepang.
Drama penyanderaan, setelah sempat diwarnai peledakan granat, telah berlangsung lebih dari enam jam sejak Jumat (1/7) malam waktu setempat. Belum ada laporan apakah sandera ada yang tewas atau terluka. Korban tewas baru dipastikan dua polisi akibat kontak senjata dengan militan. Sedangkan 40 orang, terdiri atas 17 aparat serta sisanya warga sipil, menderita luka-luka akibat tembakan dan serpihan bom.
Kafe itu berada di Distrik Gulshan, kawasan elit Dhaka yang dihuni staf Kedutaan asing, ekspatriat, serta pejabat pemerintahan Bangladesh. Kafe Artisan pada malam hari menyajikan masakan Spanyol, sehingga ramai wisatawan asing.
Bangladesh, negara mayoritas muslim berpenduduk 150 juta jiwa, menjadi salah satu pusat radikalisme agama di Asia Selatan selama tiga tahun terakhir. Sel-sel teroris, terutama yang berbaiat pada Khilafah Islamiyah, meningkat drastis.
Sejak 2014, setidaknya ada 20 pembunuhan terhadap orang-orang dianggap menghina Islam, misalnya blogger, wartawan, serta aktivis HAM. Dari seluruh insiden pembunuhan serta penyerangan itu, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas 18 di antaranya.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya