Negara-negara ini paling sering paksa bocah kawin muda
Merdeka.com - Penelitian oleh organisasi 'Save the Children' melaporkan setidaknya satu anak di bawah lima belas tahun menikah setiap tujuh detik. Anak-anak tersebut dipaksa kawin sedini mungkin dengan laki-laki yang jauh lebih tua. Tren ini paling banyak terjadi di Afghanistan, Yaman, India, dan Somalia.
Menurut organisasi ini, faktor menyebabkan pernikahan anak di bawah umur kebanyakan konflik, kemiskinan, dan krisis kemanusiaan. Jika tradisi menikah muda terus dipertahankan, dapat memicu siklus kemunduran kualitas hidup seorang perempuan.
"Pernikahan anak di bawah umur akan memulai siklus kemunduran bagi perempuan seperti kemunduran dalam mendapatkan hak untuk belajar, berkembang, dan menjadi anak-anak seperti pada umumnya," ujar Helle Thorning-Schmidt, CEO Save the Children International, dilansir dari laman BBC, Selasa (11/10).
"Gadis-gadis yang menikah terlalu dini tidak bisa sering ke sekolah dan cenderung berpeluang menghadapi kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan, dan pemerkosaan. Mereka hamil dan terkena penyakit menular seksual termasuk HIV," sambungnya.
Penelitian ini sekaligus mengungkap bahwa anak-anak terkena dampak konflik sosial - misalnya pengungsi atau pelarian perang - lebih berpeluang menikah di usia dini. Alasannya banyak dari keluarga pengungsi yang menikahkan anak-anak demi melindungi mereka dari kemiskinan dan eksploitasi seksual.
Contohnya seperti dialami Sahar, bukan nama sebenarnya, salah satu pengungsi Suriah berusia 13 yang kini tinggal di Libanon. Sahar menikah dengan seorang pria 20 tahun. Saat ini dia sedang hamil tiga bulan.
"Aku mebayangkan hari pernikahanku akan jadi hari besar. Tapi nyatanya tidak. Itu semua penderitaan. Penuh dengan kesedihan." kata Sahar yang dikutip oleh Save the Children.
"Aku benar-benar merasa diberkati karena akan memiliki seorang bayi. Tapi aku adalah seorang anak yang akan membesarkan anak," sambungnya.
Laporan Save the Children awal pekan ini dirilis bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. Badan Anak-Anak PBB, UNICEF, memperkirakan jumlah bocah di bawah umur yang menikah dini akan tumbuh di masa mendatang. Dari 700 juta anak saat ini, menjadi 950 juta pada 2030 mendatang.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya