Negara-negara Eropa ini punya banyak stok teroris
Merdeka.com - Koran Inggris the Express September lalu mengutip perkataan penyelundup ISIS yang menyebut lebih dari 4.000 anggota ISIS sudah berhasil masuk ke Eropa dengan cara menyamar sebagai pengungsi.
Pria yang berusia sekitar 30-an tahun itu mengatakan operasi rahasia penyelundupan ini berjalan sukses.
"Tunggu saja," kata dia sambil tersenyum, seperti dilansir the Express, Senin (14/9).
Penyelundup ISIS yang tidak mau diketahui nama dan lokasinya itu mengungkapkan rasa senangnya kepada Buzzfeed.
Pria itu menuturkan penyusupan anggota militan ISIS ke Eropa ini baru tahap awal untuk melancarkan serangan balas dendam ke Eropa.
Dua bulan kemudian terjadilah serangan di Paris pada 13 November lalu. Salah satu tersangka pelaku diketahui menyamar sebagai pengungsi Suriah. Dia tiba di Yunani bulan lalu kemudian masuk ke Prancis.
Dan kini kawasan Molenbeek di Ibu Kota Brussels, Belgia,menjadi sorotan dunia.
Di lingkungan dengan mayoritas muslim itulah Abdul Hamid Abu Aud dibesarkan. Dia adalah tersangka otak pelaku serangan di Ibu Kota Paris, Prancis, 13 November lalu yang menewaskan 129 orang dan melukai 352 lainnya. Abu Aud dinyatakan tewas dalam penggerebekan polisi di Saint Denis, Prancis lima hari lalu.
Mengutip kolom opini di Koran the Guardian pekan lalu, alasan mengapa Belgia begitu menarik bagi para teroris cukup beragam. Pertama, Belgia terletak di antara Prancis, Jerman dan Inggris. Dalam dua jam perjalanan dengan mobil, orang bisa melewati Belgia dan karena negara ini adalah bagian dari wilayah Schengen, maka orang bebas keluar masuk perbatasan yang terbuka. Hal itu membuat para teroris dengan mudah keluar masuk Belgia.
Kedua, kawasan Molenbeek di Brussels menawarkan tempat ideal bagi persembunyian para simpatisan teroris.
Molenbeek, satu di antara 19 distrik di Brussels, dihuni sekitar 100 ribu jiwa. Sekitar 30 persen penduduknya adalah warga negara asing dan 40 persennya punya (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya