Myanmar bantah laporan PBB tentang genosida warga Rohingya
Merdeka.com - Pemerintah Myanmar membantah temuan para tim pencari fakta yang menyatakan bahwa pasukan militernya telah melakukan genosida terhadap warga Muslim Rohingya. Pemerintah menilai laporan tentang krisis itu berat sebelah.
"Kami tidak mengizinkan tim pencara fakta PBB untuk masuk ke Myanmar, itu sebabnya kami tidak terima dengan resolusi dibuat oleh Dewan Hak Asasi Manusia terkait laporan tersebut," kata juru bicara pemerintah, Zaw Htay, dikutip dari AFP, Rabu (29/8).
Zaw Htay juga menyebut Myanmar telah membentuk Komisi Penyelidik Independen untuk menanggapi tuduhan palsu yang dibuat oleh Badan-Badan PBB dan komunitas internasional lainnya.
Selain itu, Zaw Htay juga mengecam Facebook karena menarik halaman akun milik kepala militer Myanmar dan petinggi militer lainnya, dan mengatakan bahwa itu bisa menghambat upaya pemerintah dalam melakukan rekonsiliasi nasional.
Facebook sebelumnya mengaku bahwa pihaknya terlalu lambat untuk bereaksi terhadap krisis yang terjadi di Myanmar.
Sebagaimana diketahui, Myanmar mendapat tekanan besar pekan ini setelah laporan tim pencari fakta PBB mengatakan ada bukti genosida dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan dalam skala besar di Negara Bagian Rakhine.
Dalam sesi panel Dewan Keamanan PBB digelar Selasa lalu, beberapa negara termasuk Amerika Serikat menyerukan agar para pemimpin militer Myanmar untuk menghadapi pradilan internasional.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya