Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mursi teriak-teriak saat berada di pengadilan

Mursi teriak-teriak saat berada di pengadilan Muhammad Mursi. alarabiya.net

Merdeka.com - Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi hari ini muncul di pengadilan atas tuduhan kabur dari penjara selama pemberontakan melawan Husni Mubarak pada 2011.

Mursi mengenakan seragam penjara putih, tidak seperti penampilan pertamanya pada November tahun lalu, di mana dia mengenakan setelan jas. Pemimpin Ikhwanul Muslimin itu menjadi presiden sipil pertama yang terpilih sebelum akhirnya digulingkan dalam kudeta militer pada Juli tahun lalu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (28/1).

Mursi terlihat berada di sebuah ruangan kaca kedap suara, mondar-mandir dan berteriak dengan marah kepada hakim, 'Siapa Anda? Katakan padaku!'.

Dalam cuplikan rekaman berdurasi setengah jam yang ditayangkan di televisi negara, Mursi memprotes dirinya ditempatkan di dalam ruangan tertutup sambil berteriak-teriak, 'Apakah Anda tahu di mana saya?'

"Mantan presiden itu juga menyatakan kepada hakim bahwa dia tetap pemimpin Mesir yang sah, selama bagian rekaman yang tidak disiarkan dari sidang," kata seorang reporter negara di dalam ruang sidang.

Dalam rekaman ditayangkan, terdakwa meneriakkan bahwa persidangan mereka 'tidak valid'. Sebelumnya, para terdakwa membalikkan badan mereka di hadapan pengadilan untuk memprotes penuntutan mereka.

Mursi sempat mengangkat tangannya dan mempertanyakan sambil marah-marah kenapa dia berada di dalam pengadilan. Hakim Shabaan el-Shami menjawab, 'Saya ketua pengadilan pidana Mesir!'.

Kantor berita negara melaporkan bahwa Mursi terbang dengan helikopter dari penjara Borg al-Arab di Alexandria, sementara sekitar 130 orang lainnya yang diadili dengan dia dibawa ke Kairo.

Sebelumnya, Mursi telah diselidiki atas kasus kabur dari penjara bersama dengan anggota Ikhwanul Muslimin lainnya, selama pemberontakan nasional terhadap pemerintahan Mubarak pada 28 Januari 2011.

Di tengah-tengah kerusakan hukum dan ketertiban, kerusuhan pecah di beberapa penjara, dan ribuan narapidana melarikan diri selama beberapa hari dengan bantuan dari pihak luar.

Jaksa mengatakan penjara diserang oleh unsur-unsur dari Ikwanul Muslimin, Hamas dan Hizbollah untuk membebaskan para narapidana.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP