Muncul usulan Turki buang sekularisme, kembali jadi negara Islam
Merdeka.com - Ketua Parlemen Tuirki, Ismail Kahraman, menyatakan negaranya harus bersiap membuang sekularisme. Ideologi bangsa Turki yang sejati, menurutnya, adalah Islamisme sesuai sejarah mereka sebagai penerus wangsa Khilafah Ottoman.
Untuk itu, dia mengusulkan rakyat mendukung upaya parlemen membentuk konstitusi baru memasukkan agama Islam sebagai dasar negara. "Kenapa kita harus menjauhkan diri dari nilai-nilai agama dalam bernegara? Kita negara Islam. Dasar negara kita juga harus bersendikan agama," kata Kahraman seperti dilansir surat kabar Hurriyet, Selasa (26/4).
Pernyataan Kahraman disampaikan saat berpidato di Kota Istambul akhir pekan lalu. Setelah menjadi negara modern, Turki dua kali mengamandemen konstitusi, yakni pada 1961 serta 1982. Tapi tak pernah ada pembicaraan soal mengubah sistem sekuler di pemerintahan.
Rekaman pidato tersebut memicu kecaman kelompok progresif dan nasionalis di Turki. Rekan Kahraman sesama kader Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berideologi Ahlusunnah, turut mengecam.
"Belum ada sama sekali pembicaraan mengamandemen konstitusi, apalagi menyusun naskah baru. (Kahraman) tidak bicara atas nama partai," kata Mustafa Sentop, selaku Wakil Ketua Umum AKP.
"Kami selama ini tidak punya masalah dengan sekularisme dalam bernegara," imbuhnya.

Rakyat Turki merayakan berdirinya negara modern dan sekuler (c) 2012 Reuters
Blunder ucapan Kahraman dipakai politikus oposisi menyerang AKP. Partai satu garis ideologi dengan Ikhwanul Muslimin itu kerap dituding berniat menghapus sekularisme sejak berkuasa pada 2002.
"Di negara kita masih ada yang senang kembali mengedepankan agama dalam mengurus negara. Lihat kekacauan di Timur Tengah, itulah dampaknya jika anda tak memakai sekularisme," kata Kemal Kilicdaroglu, ketua partai oposisi CHP lewat akun Twitternya.
Sebagian lagi menuding pidato Kahraman sekadar pancingan untuk melihat minat rakyat pada ide memperpanjang masa jabatan Presiden Reccep Tayyip Erdogan yang juga dari AKP.
Arsitek sekularisme Turki adalah Mustafa Kemal Attaturk. Komandan Pasukan Turki yang memproklamirkan negara baru sesudah Perang Dunia I itu menghapuskan seluruh jejak Kekaisaran Ottoman.
Attaturk, sebutan Mustafa yang artinya Bapak Bangsa Turki, percaya rakyatnya hanya bisa kembali bangkit jika menerapkan pendidikan barat serta mengedepankan sekularisme. Sebelum Turki modern berdiri, Kekaisaran Ottoman sudah kehilangan pengaruh serta jatuh miskin.
Sejak 1923, Turki mewajibkan perempuan memperoleh pendidikan, mengganti aksara arab dengan latin, serta mengurangi peran ulama dalam pemerintahan.
Hasilnya, ada yang mencintai Attaturk karena Turki menjadi maju dan ekonomi membaik. Nyatanya kini Turki menjadi salah satu negara Asia paling siap masuk Uni Eropa. Namun golongan Islamis membenci Attaturk setengah mati karena meninggalkan khilafah.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya