Mudah Lelah dan Sesak Napas, Cerita Keluhan Pasien Usai Sembuh dari Covid-19
Merdeka.com - Berbulan-bulan setelah sembuh dari infeksi virus corona, beberapa pasien masih melaporkan sakit kepala, kelelahan, dan sesak napas. Para dokter masih mempelajari munculnya sindrom pasca Covid ini.
Valerie Giesen (29) merasa sangat kelelahan setelah berjalan beberapa meter. Jantungnya berdetak lebih cepat dan napasnya bisa terdengar.
Delapan bulan lalu, jalan beberapa meter bukan masalah baginya. Dia juga biasa menari dua sampai tiga kali sepekan dan juga kerap mendaki dan berenang.
Giesen adalah salah satu dari banyak pasien yang dokter sampaikan secara resmi telah sembuh tapi masih tak sehat. Dia sembuh dari Covid-19 pada April, tapi terus menerus merasa tak sehat.
Giesen mengatakan dia menunjukkan gejala pada akhir Maret.
"Jantung saya berdetak sangat cepat, dan ada tekanan berat di dalam dada saya," ujarnya, seperti dikutip dari Deutsche Welle, Senin (26/10).
"Saya tak pernah merasa begitu sakit."
Dia juga pernah menghabiskan dua pekan di ranjang karena merasa sangat kelelahan, merasakan sakit di paru-parunya.
Karena kapasitas terbatas, Giesen tak dites virus saat itu.
"Saat itu merupakan gelombang pertama di Denmark," ujarnya.
Giesen adalah seorang antropolog Jerman yang kerja di Denmark.
"Saya bahkan takut ke rumah sakit," ujarnya.
Setelah sembuh, dia merasa sehat. Tes pada Juni mengonfirmasi dia memiliki antibodi SARS-CoV-2. Saat liburan musim panas, dia bersepeda sepanjang 400 kilometer dari Copenhagen ke Berlin, kota asalnya. Dia berpikir segalanya baik-baik saja.
"Pada akhir Agustus, mulai," ujarnya.
Dia ingin meninggalkan tempat kerjanya ketika dia merasakan kelelahan kronis, tekanan dalam paru-paru, dan sesak napas.
Giesen mengalami gejala ini selama sekitar delapan pekan, dan sementara pulang ke Berlin dan tinggal bersama orang tuanya.
Giesen telah melakukan beberapa kali pemeriksaan di rumah sakit Berlin. Sejauh ini dia didiagnosis dengan sindrom kelelahan pasca Covid. Gejalanya termasuk merasa kelelahan, perasaan infeksi yang masih melekat, dan kesulitan konsentrasi.
Penelitian awal di Italia dan Irlandia menemukan, setengah atau lebih pasien Covid-19 masih mengalami kelelahan dan sesak napas selama beberapa pekan setelah sembuh. Namun masih terlalu awal untuk mengetahui efek jangka panjang infeksi Covid-19.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya