Muda-mudi Myanmar dukung muslim Rohingya lewat aksi selfie
Merdeka.com - Anak muda Myanmar gerah melihat negaranya dicitrakan sangat antimuslim. Para pelajar negeri mayoritas Buddha itu lantas menjalankan aksi swafoto (selfie) dengan teman-temannya yang beragama Islam. Selfie itu sengaja diambil di depan Pagoda Shwedagon, salah satu tempat ibadah paling suci di negara itu.
Siapapun dia, dari etnis dan agama apapun, akan diajak selfie bersama. Foto ini kemudian diunggah ke jejaring sosial dengan tajuk 'My Friend'.
Salah satu penggagas gerakan ini adalah pelajar putri bernama Wai Wai Nu. Dia merasa sedih melihat sebagian warga Myanmar terprovokasi oleh kampanye kebencian biksu radikal terhadap minoritas muslim di Rohingya.
"Kebetulan, selfie digemari oleh anak muda di negara ini. Tidak ada salahnya kita menggunakan sarana foto untuk mengajak masyarakat menjadikan negara ini lebih baik," tuturnya seperti dilansir AFP, Minggu (12/7).
Han Seth Lu, pelajar SMA, secara lebih terbuka berfoto dengan sobatnya yang memakai hijab. Foto itu jadi yang paling banyak dibagikan di Facebook. "Saya pemeluk Buddha dan teman saya muslim," tulis Seth.

Berbarengan muncul dengan kampanye selfie itu adalah gerakan 'Kalimat Bunga'. Aktivis Internet yang diprakrasai Nay Phone Latt ini sengaja mencari konten provokatif di Facebook, lalu melaporkannya agar tak lagi tayang di jejaring sosial itu.
"Harus diakui, ada kelompok yang ingin terus menyebarkan kebencian di negara ini. Kami harus membendungnya sebisa mungkin," kata Latt.
Konflik di Myanmar sudah berakar sejak era penjajahan Inggris. Ada 135 etnis minoritas di negara itu yang sampai sekarang sebagian haknya tidak diakui. Rohingya, kebetulan muslim, jadi yang paling parah karena tidak memperoleh kewarganegaraan serta jadi sasaran kekerasan.
Khotbah penuh kebencian dari Biksu Ashin Wirathu, jadi salah satu penyebab warga Rohingya terus diserang oleh etnis mayoritas Myanmar. Wirathu memimpin organisasi 969 yang sangat antiasing, sekaligus antimuslim.
Tiga bulan lalu, nyaris 80 ribu warga Rohingya kabur dari Provinsi Arakan, Myanmar, ke Selat Malaka. Mereka yang sempat terombang-ambing di lautan, akhirnya diselamatkan warga Aceh. Sejak tiga tahun terakhir, nyaris sejuta orang Rohingya lari ke pelbagai negara di seluruh dunia karena jiwanya terancam.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya