Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mubarak: Mereka ingin membunuh saya di penjara

Mubarak: Mereka ingin membunuh saya di penjara Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak terbaring di ruang perawatan intensif di Penjara Torah, pinggiran Ibu Kota Kairo, Mesir. (english.alarabiya.net)

Merdeka.com - Farid al-Didb, ketua tim pembela mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, mengaku kliennya menuding pihak berwenang ingin membunuh dia di penjara. Padahal, sejumlah laporan sempat menyebutkan dia masih tidak sadar.

"Mereka ingin membunuh saya. Selamatkan saya Farid, carikan saya jalan keluar," kata Dib mengutip ucapan Mubarak kepada kantor berita AFP, seperti dilansir stasisun televisi Al Arabiya, Selasa (12/6).

Kesehatan bekas orang nomor satu di Negeri Sungai Nil selama tiga dekade itu terus memburuk sejak dia divonis seumur hidup awal bulan ini. Dia kini dirawat di ruang perawatn intensif di Penjara Torah, pinggiran Ibu Kota Kairo. Seorang sumber di sana mengungkapkan tim medis sampai harus menggunakan alat untuk memaksa jantungnya bekerja lagi.

Mubarak terbukti bersalah memerintahkan pasukannya membunuh sekitar 850 pengunjuk rasa dan mencederai lebih dari seribu lainnya. Unjuk rasa besar-besaran itulah yang menumbangkan rezim Mubarak, Februari tahun lalu.

Dib menegaskan pihaknya menyerukan kepada masyarakat internasional buat menyelamatkan nyawa lelaki 84 tahun itu. "Kondisinya sangat kritis," ujarnya. Dia telah meminta agar Mubarak dipindahkan ke rumah sakit. Namun otoritas Mesir menegaskan terpidana itu bakal diperlakukan seperti tahanan umumnya.

Karena alasan itu pula, pihak berwenang memindahkan dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal, kep Penjara Torah. Faktor itu juga yang membolehkan istri Mubarak, Suzanne, bersama dua menantu perempuan mereka datang menjenguk. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP