Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Moulay Idris Zerhoun, 'tempat hajinya orang miskin'

Moulay Idris Zerhoun, 'tempat hajinya orang miskin' pusara idris bin abdullah. ©AFP

Merdeka.com - Lokasi itu dijuluki 'tempat hajinya orang miskin'. Setiap musim panas, ribuan orang memadati sebuah kota kecil di Maroko itu, tempat makam seorang sufi yang wafat di sana sekitar 12 abad lalu.

Moulay Driss Zerhoun berlokasi di antara dua bukit yang subur dengan pohon zaitun. Di tempat itulah Moulay Idris atau Idris bin Abdullah, cicit dari Hassan bin Ali bin Abu Thalib, anak Fatimah binti Muhammad dimakamkan. Dialah perintis pertama dinasti Islam di Maroko. Idris bin Abdullah memiliki garis keturunan yang dekat dengan Nabi Muhammad. Dia merupakan pewaris Dinasti Abbasiyah.

Di alun-alun utama kompleks pemakaman itu para pengunjung membentuk kelompok dari masing-masing negara untuk mengikuti ritual ibadah.

Bagi banyak warga Maroko, tempat itu menjadi lokasi alternatif bagi jemaah haji di Arab Saudi.

"Mereka yang tidak mampu ke Makkah, bisa ke sini untuk berdoa," kata Fatmi Chibihi, anggota komite kota setempat.

Dilansir dari laman AFP, Selasa (21/9), para pengunjung berjalan perlahan menuju pusara dilapisi ubin hijau sambil khusyuk membaca ayat suci Alquran.

Seorang pengunjung bernama Zakaria mengaku dia sudah berziarah ke makam itu selama 16 tahun.

"Saya tidak pernah melewatkannya," kata dia yang kini berusia 40-an tahun kepada kantor berita AFP. Ziarah ini, kata dia, bisa membuat dirinya merasakan sensasi spiritual.

Sufisme cukup populer di Maroko yang memandang mereka sebagai pelindung 'Islamnya kaum moderat'

"Islam di Maroko adalah Islam yang terbuka dan bebas dari fundamentalisme," kata Chbihi.

"Para tokoh di sini punya peran penting mendukung Islam moderat."

Sebuah foto Raja Muhammad VI dipajang di pintu masuk kompleks pemakaman bergaya arsitektur Arab Moor.

Sebuah tanda petunjuk menjelaskan tempat itu terlarang bagi kaum non-muslim, seperti juga masjid-masjid di Maroko dan tempat keagamaan lainnya.

Para pengunjung biasanya menaruh telapak tangannya di dinding pusara atau mencium dinding itu untuk mendapat berkah.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP