Mogok makan, bintang sepakbola Palestina Kritis
Merdeka.com - Mahmud Sarsak, bintang sepakbola asal Palestina, sudah tiga tahun ditahan Israel. Saat ini Mahmud melakukan aksi mogok makan dengan kondisi kritis.
Dia telah 89 hari tidak menelan apapun. Kabar terakhir, kondisi kesehatannya memburuk. Dia segera dipindah ke klinik penjara. “Seluruh keluarga dan teman mengkhawatirkan kondisi Mahmud dan rasa cemas ini membunuh kami,” kata Emad, kakak Sarsak, seperti dilansir Maan News, rabu (13/6).
Awalnya Mahmud meninggalkan Jalur Gaza pada musim panas 2009 untuk bertanding sepak bola di Tepi Barat. Namun Zionis menangkap dan menahannya.
Berdasarkan hukum militer Israel, negara Zionis itu bisa menahan seseorang yang dianggap mengancam keamanan negara – kebanyakan warga Palestina – tanpa melalui proses peradilan. Masa penahanan enam bulan dan bisa diperpanjang jika dianggap perlu.
Sejatinya, masa tahanan Sarsak akan berakhir pada akhir Agustus, namun tidak ada jaminan dari pihak penjara untuk membebaskannya. Yang kerap terjadi, masa tahanan ditambah 6 bulan kemudian.
Sarsak bergabung dengan tim sepak bola lokal di kamp pengungsi Rafah, Selatan Jalur Gaza sejak usia 14 tahun. Saat itu, dia pesepakbola termuda yang bermain di Liga A Palestina.
Pemain gelandang ini menyita perhatian publik saat berlaga di lapangan hijau. Sarsak ingin sekali bermain di luar negeri dan langkah pertama mewujudkan impian ini adalah bermain di tim Tepi Barat. Namun pada 22 Juli 2009, penjajah Zionis menangkapnya di perbatasan Erez.
Awalnya, kebijakan tahanan Israel dirasa kurang manusiawi. Penjara disana dilengkapi dengan ruang isolasi dan tahanan Palestina tidak diperbolehkan mendapat kunjungan keluarga. Namun bulan lalu, mereka melunak dan menghapus kebijakan itu.
Israel tidak mau menghapus kebijakan penangkapan tanpa batas waktu yang jelas dan tanpa proses hukum. Karenanya Sarsak terus menjalani aksi mogok makan hingga ia dibebaskan.
Pengacara keluarga Mahmoud, Mohammad Jabarin, mengatakan saat ini berat badan Sarsak sudah menyusut sepuluh kilogram dan ia juga mendapat sejumlah suntikan untuk menghilangkan rasa sakit, menguatkan tubuh, dan membantu penglihatannya yang memburuk.
Jabarin menambahkan Israel menuduh Sarsak terlibat Jihad Islami, salah satu faksi perjuangan Palestina. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya