Misteri Darah di Atas Perkakas Batu Purba Akhirnya Terungkap
Merdeka.com - Para peneliti mengkonfirmasi penemuan residu darah mastodon (hewan purba yang telah punah) pada alat batu tua dari penggalian berusia 19 tahun di Lereng Niagara.
Makalah penelitian yang baru dirilis di Journal of Archaeological Science melaporkan, hal itu ditemukan saat "penelitian manajemen sumber daya budaya" rutin untuk kota Hamilton antara tahun 2003 dan 2004.
Puluhan perkakas batu — termasuk ujung proyektil (tombak) dan pengikis kulit — diekstraksi dari lokasi Mount Albion West di area Red Hill Valley dan kemungkinan digunakan oleh manusia pertama di Ontario yang pindah ke area tersebut pada akhir zaman es terakhir sekitar 12.000 tahun yang lalu.
Ronald Williamson, pendiri Archaeological Services Inc. (ASI), mengatakan kepada Global News, bukti interaksi antara mastadon dan manusia di Ontario bukanlah hal baru bagi komunitas ilmiah, tetapi yang terungkap adalah bukti pembantaian
"Ini penemuan yang menarik, penemuan penting," jelasnya, dikutip dari laman Global News, Selasa (20/12).
"Ini memberikan bukti nyata pada anggapan yang selalu kita miliki tentang orang yang berinteraksi dengan gajah ini."
Mastodon, hewan purba yang mirip gajah, diyakini hidup berkelompok dan sebagian besar merupakan hewan penghuni hutan di Amerika Utara dan Tengah sekitar 11.000 tahun yang lalu.
Williamson mengatakan, situs tempat batu-batu itu digali pada akhir 1990-an merupakan bagian dari penilaian arkeologi dalam persiapan pembangunan Red Hill Valley Parkway.
Dia mengatakan laporan terperinci tentang operasi penggalian dikembalikan ke ASI pada 2006, di mana Museum Sejarah Kanada (CMH) di Ottawa memiliki kepentingan bersejarah pada batu itu sekitar tahun 2015.
Seorang kolega menyarankan agar tim ASI mengirimkan batu-batu tersebut untuk analisis residu sebagai pemeriksaan terakhir sebelum menyerahkannya ke CMH.
"Saya pikir itu akhir 2016 atau awal 2017, kami mendapatkan hasil yang paling mengejutkan dari lab di Oregon," kata Williamson.
Potongan-potongan itu kemudian akan dikirim ke laboratorium di Universitas Wyoming dan Universitas Tulsa untuk meneliti apakah senjata manusia purba itu digunakan dalam perburuan oleh orang-orang Paleo-India, penduduk pertama di daerah tersebut.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya