Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mirip RI, warga Malaysia heboh kritik penutupan warung saat Ramadan

Mirip RI, warga Malaysia heboh kritik penutupan warung saat Ramadan Posting kritis Ramadan di Malaysia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Akun Facebook Azhar Harun, seorang pengacara sekaligus pegiat Islam terkemuka di Malaysia, mengunggah tulisan yang segera viral. Intinya dia mengkritik kebijakan pemerintah yang memaksa warung tutup saat Ramadan, termasuk memaksa murid non muslim makan di toilet.

Situs the Rakyat Post, Rabu (24/6), melaporkan posting Harun itu segera dibagikan 11 ribu pengguna Facebook kurang dari 24 jam. Dalam postingan tersebut, Harun menunjukkan foto meja belajar dekat dengan kaligrafi asma Allah dan Nabi Muhammad.

"Di meja itulah tutor anak saya biasa memberikan bimbingan belajar privat. Dia seorang Kristen taat. Apakah dia pernah mengeluh saya berusaha mengajaknya masuk Islam? Apakah kaligrafi Allah dalam bahasa Arab itu menggoyahkan imannya?" tulis Harun.

Dalam argumen selanjutnya, Harun menilai guru les anaknya itu tak mempersalahkan suasana rumahnya dan tetap beriman pada ajaran Kristen. "Dia tak pernah menganggap saya menghina agamanya."

posting kritis ramadan di malaysia

Dari situ, Harun menilai sikap sang tutor harus ditiru oleh umat muslim Malaysia selaku mayoritas. Dia menyesalkan ada beberapa negara bagian yang memaksa warung tutup, termasuk kantin-kantin sekolah.

"Cukup mengherankan kenapa umat muslim dan mereka yang bukan etnis Melayu harus dipaksa menghormati kita, hanya karena kita sedang menjalankan ibadah puasa?" imbuh Harun.

Mayoritas kalangan minoritas di Malaysia, seperti warga Kristen maupun Hindu mengapresiasi tulisan Harun. Tak kurang, sesama umat muslim juga mengakui postingan ini menimbulkan suasana sejuk dan mengajak warga Negeri Jiran mengedepankan toleransi antar umat beragama.

Akun Facebook Naz QS menyatakan tuntutan agar warung ditutup selama Ramadan berasal dari kalangan yang beragama secara dangkal. "Alhamdulilah, saya yakin provokasi untuk memecah belah umat beragama tidak terjadi di kalangan warga terdidik Malaysia."

Akun lain Teo NyukLan, turut memuji pendapat Harun. "Seandainya pemimpin Malaysia punya pandangan seperti anda," tulisnya. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP