Militer Thailand bubarkan senat
Merdeka.com - Militer Thailand membubarkan satu-satunya lembaga demokratis di Negeri gajah Putih itu yaitu Senat. Mereka juga memerintahkan puluhan pegiat dan wartawan menyerahkan diri ke militer setelah mereka mengambil alih kekuasaan pada Kamis lalu.
Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO) kemarin malam mengumumkan dalam siaran televisi, mereka membubarkan senat dan mengambil alih kekuasaan parlemen, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Ahad (25/5).
Siaran itu berlangsung beberapa jam setelah militer memanggil 35 akademisi terkemuka dan pegiat untuk melaporkan diri ke markas militer. Sebelumnya 155 politisi dan tokoh juga sudah dimintai keterangan.
Dewan Nasional itu juga memecat kepala polisi dan kepala intelijen. Sebanyak 18 pemimpin redaksi dari kantor media di Thailand hari ini dipanggil ke markas militer. Belum diketahui apakah mereka akan dibebaskan atau ditahan di lokasi rahasia seperti kejadian sebelumnya.
Dalam kesempatan lain, penulis kolom terkenal Pravit Rojanaphruk yang menulis untuk koran berbahasa Inggris the Nation, diminta menemui pihak militer.
"Dalam perjalanan menemui diktator baru. Saya harap ini yang terakhir," ujar Pravit dalam kicauan di akun Twitternya hari ini. Hingga sore ini Pravit diketahui belum dibebaskan.
Lebih dari seratus orang, salah satu di antara mereka adalah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra yang ditangkap kemarin, masih berada dalam tahanan militer di lokasi rahasia. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya