Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Militer peringatkan adanya upaya ISIS cari markas baru di Filipina

Militer peringatkan adanya upaya ISIS cari markas baru di Filipina Militer Filipina yang dikerahkan untuk menumpas Kelompok Maute di Marawi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Militer Filipina memperingatkan adanya upaya baru dan mematikan untuk membentuk kekhalifahan Asia Tenggara di wilayah yang sama di Kota Marawi, Filipina. Sebelumnya pasukan militer Filipina telah merebut kembali Marawi Oktober lalu.

"Mereka belum meninggalkan tujuan mereka untuk menciptakan kekhalifahan di Asia Tenggara," kata Kolonel Romeo Brawner, seperti dilansir dari AFP, Minggu (25/2).

Menurutnya Mindanao adalah tempat yang paling subur, mengacu pada wilayah selatan Filipina. "Orang-orang sebangsanya lebih rentan (untuk rekrutmen)," ujarnya yang juga komandan senior untuk sebuah satuan tugas militer yang sejak saat itu telah melindungi Marawi.

Berjuang dalam kemiskinan dan pemberontakan bersenjata memperjuangkan kemerdekaan, Mindanao menjadi daerah yang rawan sehingga diperlukan adanya pengawasan terhadap sekolah-sekolah Islam atau madrasah di mana sebagian besar pria muda direkrut.

Dia mengatakan bahwa angkatan bersenjata telah melakukan pembersihan untuk memenuhi tantangan Kelompok Maute, yang menduduki Marawi selama lima bulan dan telah berjanji setia kepada kelompok negara Islam.

Orang-orang bersenjata ini direkrut dengan uang tunai, senjata api dan perhiasan yang dijarah dari bank-bank kota dan rumah-rumah pribadi. Mereka yang direkrut sebagian besar adalah penduduk setempat, namun jumlah orang Indonesia juga tidak sedikit, beberapa dari mereka memiliki keterampilan membuat bom.

Pejabat militer Mindanao mengatakan bahwa orang-orang bersenjata Maute membunuh tiga pedagang di kota Piagapo, dekat Marawi, pada bulan November.

Militer membunuh tiga jihadis di Pantar, sebuah kota tetangga lainnya, pada 8 Februari, sementara polisi bulan lalu menangkap tiga tersangka atas pembunuhan pedagang Piagapo.

Militer juga melaporkan pertempuran dengan orang-orang bersenjata Maute di kota Masiu dan Pagayawan dekat Marawi bulan lalu.

Pertarungan baru terjadi setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan pemimpin politik lainnya di wilayah Mindanao memperingatkan adanya potensi pengulangan pengepungan Marawi yang menewaskan lebih dari 100 jiwa.

Duterte telah memberlakukan darurat militer atas Mindanao sampai akhir tahun ini dalam upaya untuk mengekang aktivitas militan.

Ebrahim Murad, kepala kelompok pemberontak Muslim utama Filipina, Front Pembebasan Islam Moro, yang menandatangani sebuah perjanjian damai dengan Manila pada tahun 2014, juga memperingatkan bahwa para pejuang jihad sedang merekrut dan dapat merebut kota lain.

Murad mengatakan bahwa anggota MILF beranggotakan 10.000 orang berjuang melawan kelompok pro-ISIS karena pengaruh di sekolah, para jihadis berusaha menyusup ke madrasah dan universitas.

Pada saat bersamaan, orang-orang bersenjata ISIS masuk ke Filipina selatan dari Malaysia dan Indonesia, namun tidak jelas berapa jumlahnya.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP