Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Militan Suriah Mengaku Dilatih Orang Amerika Pakai Senjata Buatan AS

Militan Suriah Mengaku Dilatih Orang Amerika Pakai Senjata Buatan AS Pemberontak Suriah. lavoixdelasyrie.com

Merdeka.com - Seorang anggota militan dari kelompok ekstremis yang belum lama ini ditangkap pasukan Suriah mengaku mendapat pelatihan menggunakan senjata buatan Amerika Serikat dari instruktur orang Amerika.

Laman Sputnik Selasa lalu merilis video pengakuan tiga anggota militan dari kelompok bernama Mahavir as-Saura yang baru-baru ini ditangkap pasukan Suriah ketika mereka terjebak di ladang ranjau di dekat kota tua Palmyra atau Tadmur dalam bahasa Arab.

Salah satu militan yang bernama Abdullah al-Mishuat mengungkapkan dia dan rekannya mempelajari cara menggunakan berbagai jenis senjata dalam sesi pelatihan yang diberikan oleh instruktur orang Amerika.

"Kami diajari memakai semua jenis senjata oleh instruktur Amerika. Semua senjata itu buatan AS," kata Mishuat, seperti dilansir laman Press TV, Selasa (14/7).

Menurut Mishuat, instruktur AS itu datang ke sesi pelatihan dan memperhatikan dari jauh, mengawasi dan mengevaluasi latihan mereka. Pelatihan itu cukup sulit dan berlangsung selama dua atau tiga jam.

Militan lain yang bernama Jasem al-Ali mengingat bagaimana mereka tertangkap oleh pasukan Suriah ketika mereka sedang tersesat di ladang ranjau dalam misi memata-matai lokasi pasukan Rusia, Iran, dan Suriah.

"Kami tersesat dan tidak tahu harus ke mana karena pemimpin kami tewas dan kami sedang mencari jalan keluar. Lalu kami tertangkap dan pasukan Suriah membawa kami ke sini," kata dia.

Militan itu mengaku dia ditugaskan di Provindi Raqqah di Kota al-Mansura.

"Kami harus mendapat informasi soal lokasi-lokasi pasukan Rusia, Iran, dan Suriah," kata dia.

Kantor berita Rusia, Tass, juga mengutip pernyataan militan itu yang menyebut misi mata-mata mereka dimulai dari Kota al-tanf, tempat pangkalan militer pasukan AS di Suriah.

Ketiga militan itu ditangkap dalam keadaan membawa senjata, granat, amunisi, uang, dan obat-obatan yang tidak diketahui jenisnya.

Mahavir as-Saura adalah kelompok militan yang dibentuk pada Desember 2016 sebagai bagian dari kelompok anti-Damaskus yang menyebut mereka Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) dengan sokongan dana dari AS dan Inggris.

Anggota kelompok ini diketahui kerap menjalani pelatihan militer di Yordania yang dikomandoi oleh pasukan koalisi AS.

Pasukan Suriah dibantu Rusia dan Iran memerangi para militan pemberontak itu sejak 2011.

Selama ini sudah banyak beredar laporan yang mengatakan pasukan AS berkongsi dengan kelompok militan di Suriah.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP