Militan Rohingya sergap truk militer Myanmar, 5 prajurit terluka
Merdeka.com - Kelompok militan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) dikabarkan menyergap sebuah truk militer Myanmar pada Jumat kemarin. Dikabarkan lima prajurit Myanmar terluka dalam insiden itu.
Dilansir dari laman Reuters, Sabtu (6/1), peristiwa itu terjadi di sebuah pedesaan di pedalaman Negara Bagian Rakhine. Menurut penduduk setempat, mereka sempat mendengar suara rentetan senjata. Namun, mereka tidak mengetahui kalau saat itu terjadi penyerangan.
Menurut angkatan bersenjata Myanmar, truk itu mengangkut sejumlah prajurit dan hendak mengantar seseorang ke rumah sakit. Di dalam perjalanan ketika melintasi perbukitan, sejumlah orang diduga anggota kelompok ARSA menyerang menggunakan berbagai senjata.
"Sekitar 20 pemberontak menyerang dari atas perbukitan menggunakan peledak rakitan dan pistol," demikian pernyataan disampaikan pemerintah Myanmar.
Kelompok ARSA pun mengakui mereka yang melakukan penyerangan itu.
"Betul kami yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Myanmar," demikian pernyataan disampaikan juru bicara ARSA melalui pesan pendek.
Insiden itu terjadi di tengah-tengah proses perundingan pemulangan pengungsi Rohingya. Dikhawatirkan serangan ini membikin sikap Myanmar berbalik, dan justru membahayakan kembali nyawa etnis minoritas Rohingya.
ARSA adalah kelompok yang menyerang sejumlah pos keamanan di perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh, pada 25 Agustus tahun lalu. Sejak itu militer Myanmar menggelar operasi hendak menumpas mereka, tetapi juga membantai dan mengusir etnis Rohingya sipil. ARSA mengklaim mereka tidak berhubungan dengan kelompok militan mana pun dan enggan dibantu demi mencapai perjuangannya melindungi orang Rohingya dan melawan pasukan Myanmar.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya