Militan rilis video desak Duterte tarik pasukan dari Marawi
Merdeka.com - Sebuah video propaganda dirilis kelompok militan Maute di tengah konflik dengan pasukan pemerintah. Video itu menunjukkan pendeta bernama Teresito Soganob yang diculik oleh kelompok tersebut.
Dalam video itu, Soganob meminta agar Presiden Filipina Rodrigo menghentikan peperangan dengan mengabulkan yang dikehendaki oleh para pejuang tersebut.
"Pak Presiden, kita sedang berada di tengah peperangan. Kami meminta bantuan kepada Anda agar memberi apa yang diminta oleh musuh Anda. Mereka tidak meminta banyak, hanya menarik seluruh pasukan pemerintah dari Lanao del Sur dan Kota Marawi," ujarnya dalam video itu, seperti dilansir dari laman Asian Correspondent, Rabu (31/5).
"Selain itu, hentikanlah serangan udara, hentikan serangan udara yang Anda lakukan, dan hentikan meriam itu," sambungnya.
Selain memohon agar serangan dari pasukan pemerintah dihentikan, Suganob juga menyebut bahwa dia dan warga sipil lain sebagai jaminan atas peperangan ini.
"Kami adalah korban. Jangan senang dengan menjadikan kami jaminan dari kerusakan perang ini, Pak Presiden," tuturnya.
Terakhir, dia menambahkan, "Jangan gunakan kekerasan. Karena musuh Anda sudah siap mati untuk agama mereka. Mereka siap mati dan akan terus mengikuti hukum yang diberlakukan kepada mereka."
Tidak diketahui kapan video itu diambil, namun dalam video itu Soganub sempat menyebutkan bahwa wilayah yang dia pijaki sekarang adalah akibat pertempuran yang terjadi selama tujuh hari. Hingga hari ini, pertempuran sudah berlangsung selama sembilan hari.
Soganob sendiri merupakan kaki kanan Uskup Marawi, Edwin dela Pena, yang diculik pada Selasa (23/5) lalu bersama dengan 14 jemaat gereja lainnya.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya