Mesir tutup siaran televisi tayangkan tari perut

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Kamis, 21 Februari 2013 20:05




Mesir tutup siaran televisi tayangkan tari perut
Tari Perut. ©gildedserpent.com

Merdeka.com - Pengadilan Mesir baru-baru ini menutup stasiun televisi asal Mesir, Al-Tet. Pengadilan menyatakan televisi itu telah mengudara tanpa izin dan memperlihatkan iklan yang dapat membangkitkan gairah pemirsanya.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (21/2), menurut pengadilan Mesir, Al-Tet telah menayangkan iklan produk penambah gairah seksual dan mempromosikan mak comblang. Al-Tet juga menyiarkan tari perut selama 24 jam penuh saban harinya.

Namun, Direktur Al-Tet, Baleegh Hamdy, berjanji tidak akan menghentikan program acara itu. Dia justru menuding pengadilan telah menggunakan alat bukti yang tidak akurat ketika membuat putusan.

"Hakim seharusnya memeriksa fakta-fakta terbaru terkait bukti yang diajukan pengacara. Televisi ini tidak menampilkan iklan produk seksual yang tidak memiliki izin. Ada lebih dari 150 saluran di Mesir juga menayangkan iklan yang sama dengan produk itu. Tapi kenapa orang hanya menuding Al-Tet," kata Hamdy.

Dia menjelaskan televisinya memiliki izin dan saluran itu mengudara melalui perusahaan penyedia layanan satelit asal Bahrain yaitu Noorsat. Dia menambahkan, Noorsat saat ini telah menghentikan siaran televisi Al-Tet setelah kasus ini mencuat.

Namun, tidak berhenti di situ, Hamdy saat ini dikabarkan juga akan meluncurkan saluran televisi baru yang diberi nama Bom Tak. Selain itu, dia juga akan membuat program lain yang diunggah di situs berbagi video Youtube, di mana semua orang dapat dengan bebas melihat tari perut.

Banyak saluran televisi seperti Al-Tet beroperasi setelah lengsernya rezim Husni Mubarak pada 2011. Al-Tet saat ini memiliki saluran televisi di Amerika Serikat dan Kanada. Pemilik televisi itu dipercaya adalah warga Amerika.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin tidak disebutkan namanya mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan pengadilan lantaran telah menutup saluran televisi Al-Tet.

Wakil Pemimpin Redaksi surat kabar milik Ikhwanul Muslimin, Abdel Haleem Behiry, menyatakan sistem peradilan adalah salah satu faktor yang masih dapat mengamankan nilai-nilai sosial.

[fas]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Mesir

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Daftar lengkap pemenang American Music Awards 2014
  • Lisa Rudiani, pencuri dan penipu cantik di tempatnya bekerja
  • PTUN mulai gelar sidang perdana gugatan PPP pada Menkumham
  • Kenangan Menteri Susi pada tsunami Aceh dan Pangandaran
  • Demokrat izinkan kader di DPR gunakan hak interpelasi ke Jokowi
  • Ajaib, bayi ini selamat walau nyaris seminggu dibuang di selokan
  • Djoko Kirmanto: Di Indonesia banyak sungai koma
  • Sejak dilantik, Sultan Ternate tak pernah ngantor di Senayan
  • Depan Jokowi, Syahrul curhat banyak gubernur terseret korupsi
  • Menteri Susi mengenang 10 tahun tsunami Aceh
  • SHOW MORE