Mesir tangkap mantan dubes pernah serukan referendum lengserkan Sisi
Merdeka.com - Pemerintah Mesir menangkap tiga tokoh oposisi terkemuka kemarin, termasuk seorang diplomat senior yang pernah menyerukan referendum terhadap pemerintahan Presiden Abdul Fatah al Sisi.
Sumber keamanan mengatakan ketiga orang itu belum didakwa secara spesifik namun penangkapan mereka atas perintah kantor kejaksaan. Kementerian Dalam Negeri Mesir belum menjawab ketika dimintai keterangan.
Dikutip dari laman US News, Kamis (23/8), pemerintahan Mesir dalam beberapa tahun belakangan memenjarakan ribuan rival politik Sisi, termasuk tokoh militan dan pegiat hak-hak kelompok sekuler. Pemerintah selalu berdalih tindakan itu diambil untuk mencegah teroris yang ingin membahayakan negara.
Masum Marzuk, mantan duta besar, awal bulan ini menyerukan referendum terhadap pemerintahan Sisi. Dia mengatakan pemerintahan harus segera berakhir dan parlemen dibubarkan jika mayoritas rakyat Mesir mendukung lewat referendum itu.
Dua pria lain yang ditangkap adalah Raid Salama, anggota senior Partai Martabat, dan akademisi Yahya Kazaz, yang belum lama ini menulis di Facebook soal lengsernya Sisi dengan judul 'Perlawanan dalah solusi'.
Sebelum pemilu Maret lalu, sejumlah kandidat pesaing Sisi dipenjara dan digagalkan. Aparat keamanan juga menangkap sejumlah wartawan dan pengkritik di media sosial Mei lalu.
Sisi adalah mantan panglima militer yang menjadi presiden pada 2014, setahun setelah dia memimpin lengsernya Muhammad Mursi, presiden Mesir pertama yang terpilih lewat pemilu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya