Mesir ingin jadi mediator diskusi damai Israel-Palestina
Merdeka.com - Dalam kunjungannya ke Israel kemarin, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menawarkan diri untuk menjadi mediator dalam diskusi perdamaian Israel dan Palestina. Menurut al-Sisi, dua negara ini masih memiliki kesempatan untuk berdamai.
Penawaran ini diungkapkan oleh al-Sisi ketika Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan tidak akan membuang kesempatan untuk memberikan perlindungan dan harapan bagi wilayah berseteru.
"Negara saya akan bersedia menjadi mediator sebuah rekonsiliasi antara Palestina untuk mencapai perdamaian abadi dengan Israel," kata al-Sisi dalam pidatonya, seperti dilansir dari Al Arabiya, Rabu (18/5).
"Jika kita berhasil mencari solusi untuk perdamaian saudara kita Palestina, maka hal tersebut akan memberikan perdamaian. Maka saya meminta pemimpin Israel untuk mencoba sekali dua kali menggunakan kesempatan berdamai ini," sambung dia.
Al-Sisi mengaku sudah meminta kepada Palestina untuk menerima tawaran Mesir.
"Saya mengatakan pada saudara kita Palestina, kalian harus bersatu dalam faksi yang berbeda untuk memperoleh rekonsiliasi secara cepat," ungkapnya.
Dia menuturkan Negeri Piramida siap untuk mengambil bagian dalam mendamaikan kedua negara.
Pada hari yang sama , Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan konferensi internasional yang diadakan akhir Mei nanti di Paris, akan membicarakan kembali mengenai diskusi perdamaian Israel dan Palestina yang sempat ditunda. PM Israel mengatakan pada Menlu Prancis jika Negeri Bintang Daud menerima kesempatan tersebut.
Menurut Netanyahu, kesempatan yang merupakan inisiatif Prancis untuk konferensi internasional ini dapat dicoba sebagai salah satu bentuk pembicaraan damai kedua negara.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya