Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Merajut dua Korea di Panmunjom

Merajut dua Korea di Panmunjom Panmunjom. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Di masa silam tempat itu adalah sebuah desa. Namun, perang berkecamuk sejak 1950 hingga 1953 mengubah segalanya sampai hari ini.

Desa itu bernama Panmunjom. Terletak di dalam zona demiliterisasi selebar empat kilometer, dengan panjang 248 kilometer membelah Semenanjung Korea. Tadinya sawah dan ladang terhampar di sana. Akibat pertikaian membuat semuanya sirna.

Tidak ada orang boleh tinggal di sana. Di tempat itulah pasukan Korea Selatan dan Korea Utara berada sangat dekat. Namun, aroma permusuhan sangat terasa. Di sekelilingnya dijaga oleh pasukan bersenjata berat siaga 24 jam, ranjau, kawat berduri, dan perangkap alat tempur berat seperti tank. Ada sedikit gerak-gerik mencurigakan dari siapapun, senjata api bisa langsung menyalak.

Panmunjom sudah beberapa kali menarik perhatian khalayak. Tahun lalu misalnya, ketika seorang serdadu Korea Utara memilih membelot dan menyeberang ke Korea Selatan melalui perbatasan itu. Dia nyaris tewas karena diberondong tembakan. Lima proyektil bersarang di badannya berhasil diangkat. Kini di awal 2018, tempat itu kembali membuat banyak orang menoleh. Sebab kedua belah pihak bertikai bertemu buat berdialog yang terhenti selama lebih dari dua tahun. Penyebabnya karena Korea Selatan menentang proyek rudal antarbenua dan hulu ledak nuklir Korea Utara, dilansir dari laman Associated Press, Selasa (9/1).

Di masa lalu, sejumlah peristiwa menelan korban jiwa pernah terjadi di sana. Seperti pada 1976, ketika prajurit penjaga perbatasan Korea Utara membunuh dua serdadu Amerika Serikat membantu pasukan Korea Selatan. Mereka meregang nyawa ketika sedang menebang pohon dianggap menghalangi pandangan. Amerika Serikat murka dan mengirim pesawat pembom B-52 ke perbatasan buat menakuti Korea Utara. Delapan tahun kemudian pertikaian di Panmunjom kembali terjadi. Yakni saat seorang warga Uni Soviet membelot ke Korea Selatan. Mirip dengan insiden tahun lalu, serdadu Korea Utara memberondong tembakan ke arah Korea Selatan, tetapi saat itu dibalas. Alhasil, tiga prajurit Korea Utara dan seorang serdadu Korea Selatan tewas.

Di tempat itu berdiri dua bangunan besar dan tiga rumah kecil. Di sisi selatan ada Rumah Perdamaian milik Korea Selatan. Tempat itu dibekali dengan sistem siaran langsung tanpa jeda tersambung ke Ibu Kota Seoul. Pertemuan awal tahun ini digelar di sana. Sedangkan Korea Utara juga mempunyai tempat perundingan khusus berjuluk Panmungak.

Di awal 2018, Korea Utara membuka kembali hubungan dua saluran komunikasi langsung sempat ditutup dengan Korea Selatan. Semua berharap hal itu menjadi pertanda supaya wacana perdamaian benar-benar terwujud.

Perundingan kedua negara di tempat itu bisa berlangsung berhari-hari. Seperti pada Agustus 2015 lalu, perwakilan Korea Selatan dan Korea Utara bernegosiasi selama hampir 40 jam buat mengakhiri ketegangan gara-gara ledakan ranjau. Namun, di balik suasana dengan tensi yang selalu tinggi di tempat itu, Panmunjom ternyata juga menyimpan potensi wisata. Saban tahun selalu ada rombongan turis bertandang ke sana. Tentu mereka tidak bisa sembarangan jika enggan pulang hanya nama.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP