Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menyamar jadi pendemo, polisi Israel ciduk tiga warga Palestina

Menyamar jadi pendemo, polisi Israel ciduk tiga warga Palestina polisi israel. ©wikimedia

Merdeka.com - Polisi Israel menyamar menjadi pendemo dan menahan tiga warga Palestina di dekat Ramallah. Polisi mengatakan penahanan tersebut dilakukan saat para pendemo melempar batu ke pinggiran kota Tepi Barat.

Menurut dua laporan, Perwira polisi Israel menyamar sambil membawa bendera Palestina sebelum mereka menarik senjata dan melakukan penangkapan. Demonstrasi tersebut terjadi beberapa hari setelah keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Warga Palestina bentrok dengan pasukan Israel di Tepi Barat dan di sepanjang perbatasan Gaza sejak pengumuman Trump pada 6 Desember. Sedikitnya dua warga Palestina tewas dan beberapa orang lainnya terluka.

"Hari ini, unit Polisi Perbatasan rahasia menangkap 3 tersangka, selama demontrasi di Ramallah. Selama kejadian, ban dibakar, bom dan batu dilemparkan ke pasukan keamanan. Tidak ada korban di antara pasukan kami," kata Polisi Israel mengatakan di Twitter, seperti dilansir dari independen.co.uk, Kamis (14/12).

Dalam rekaman, polisi masuk ke dalam barisan demonstran dengan melempar benda seperti granat setrum sebelum anggota yang lain bergerak masuk.

Sementara itu, militer Israel mencegat dua roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel selatan dalam serangan terbaru yang dilakukan oleh militan Palestina. Militer Israel mengatakan sistem pertahanan rudal Iron Dome menjatuhkan roket milik Palestina saat menuju Israel.

Sebuah proyektil ketiga menyerang daerah terbuka di Israel selatan. Tidak ada korban yang dilaporkan. Militan Palestina sudah menembakkan sekitar selusin roket ke Israel dalam seminggu sejak pengumuman Trump.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP