Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menuntut keadilan di Ferguson

Menuntut keadilan di Ferguson Kerusuhan Ferguson. smh.com.au ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Senjata berat, kendaraan lapis baja, meriam air, pertahanan lengkap ala militer disuguhkan polisi Jalan Ferguson, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat pada warga mayoritas kulit hitam. Sudut wilayah itu masih mencekam sebab unjuk rasa tak bertepi akibat tembakan aparat pada remaja tak bersenjata Michael Brown.

Surat kabar the Sydney Morning Herald melansir (19/8), penembakan itu jelas fatal sebab haram hukumnya seorang petugas membunuh warga sipil apalagi dia tak memegang senjata apa pun. "Entah berapa peluru yang dimuntahkan aparat menghadapi serangan ini," ujar Kapten Polisi Ron Johnson. 

Seluruh alat berat dikerahkan lantaran Johnson mengklaim adanya penggunaan senjata api dan pihaknya berhasil merebut dua senapan dari para demonstran serta satu diyakini bom asap.

Menurut Johnson sebenarnya unjuk rasa berlangsung damai namun ada beberapa oknum sekelompok masyarakat berbuat ulah. Kelompok ini diyakini membuat kerusuhan dengan membakar dan menjarah beberapa toko sejak tertembaknya Brown pada sepuluh hari lalu.

Kapten Johnson yang berkulit hitam mengambil alih penanganan demonstran dari polisi Ferguson yang sebagian besar kulit putih. Usaha ini untuk meredam kemarahan 21 ribu warga di sana yang didominasi Afro-Amerika. Beberapa warga termasuk pendeta setempat berusaha menenangkan massa agar tidak bertindak anarkis yang bisa membuat keadaan semakin kacau.

Dalam situasi itu dua orang tertembak di lengan dan dilarikan ke rumah sakit. Penembakan itu diklaim dilakukan oleh polisi meski mereka membantah. Mereka menyebutkan penembakan malah berasal dari kerumunan. "Ini harus segera dihentikan. Saya tak ingin siapa pun terluka," ujar Johnson.

Beberapa warga kulit hitam dari kota lain di Amerika datang ke Ferguson untuk ikut berdemonstrasi. Mereka berasal dari St. Louis, New York, Seattle, dan Oakland. Johnson mengatakan mereka yang tertangkap bukan masyarakat tinggal di Ferguson melainkan berasal dari Negara Bagian California dan New York.

Memanasnya situasi di Ferguson memaksa Gubernur Jay Nixon menetapkan situasi darurat di kota kecil itu dan dia juga membatasi jam malam sejak pukul 00.00-05.00 waktu setempat.

Sementara hasil otopsi jenazah Brown sudah diumumkan. Dia mendapat enam tembakan dan dua diantaranya ada di kepala.Tidak ada tanda kekerasan fisik lain di tubuh remaja 18 tahun itu. "Dari hasil itu memperlihatkan peluru ditembakkan dari posisi jauh. Polisi menembak dia harus ditahan," ujar pengacara keluarga Brown Darly Parks.

Darren Wilson, polisi kulit putih yang menembak Brown kini tengah disembunyikan. Dia tidak ditahan dan tidak bisa menampakkan diri di muka umum demi menghindari amukan massa. Dia mengatakan Brown merupakan tersangka salah satu perampokan toko dan kejadian itu direkam CCTV toko. Saat digerebek, Wilson juga mengatakan Brown memeriksa saku celananya demi meraih sesuatu diyakini sebagai senapan. Saat itulah dia melepaskan tembakan bertubi-tubi pada Brown.

Berbeda dari kesaksian Wilson. Teman Brown dan saat itu bersama-sama si remaja sedang berjalan kaki, Dorian Johnson mengatakan Wilson sudah mengeluarkan senjata dari dalam mobil untuk menembak Brown. Remaja itu tidak lari malah meletakkan tangan di belakang kepala, saat itulah Wilson keluar dari mobil dan menembak Brown berkali-kali.

Biro Penyelidikan Federal (FBI) telah mengerahkan 40 anggotanya untuk mengusut tuntas kasus ini. Penyelidikan besar-besaran dilakukan dan bila benar terbukti Wilson melakukan kesalahan serta sengaja menembak Brown, dia harus dijatuhkan hukuman berat atau warga akan menggelar pengadilannya sendiri. (mdk/din)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP