Menteri UEA sebut larangan imigrasi Trump tidak anti-Islam
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed Al-Nahyan mengatakan larangan imigrasi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak anti-Islam.
Uni Emirat Arab selama ini memang adalah salah satu negara sekutu AS di kawasan Teluk.
"Amerika Serikat sudah membuat keputusan bermartabat," kata dia dalam jumpa pers dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Abu Dhabi, seperti dilansir Arab News, Rabu (1/2).
Menurut dia, larangan imigrasi terhadap tujuh negara muslim (Sudan, Somalia, Libya, Yaman, Iran, Irak, dan Suriah) itu salah jika disebut menyasar agama tertentu.
Jumat lalu Trump menandatangani surat keputusan larangan imigrasi untuk mencegah teroris masuk ke AS. Kebijakan itu kini disebut-sebut sebagai larangan bagi muslim, seperti yang pernah dia serukan dalam kampanye. Akibat kebijakan itu gelombang unjuk rasa terjadi di sejumlah tempat menentang keputusan Trump. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya