Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Tunisia dikecam, sebut hijab kurangi pendengaran 30 persen

Menteri Tunisia dikecam, sebut hijab kurangi pendengaran 30 persen Ilustrasi wanita berhijab di Tunisia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Transportasi Tunisia Mohamed bin Ramadan memicu kontroversi setelah mengomentari kewajiban berhijab yang diyakini sebagian perempuan muslim. Ramadan sempat terekam media mengatakan hijab bisa mengurangi kemampuan pendengaran hingga 30 persen.

Komentar ini dia ucapkan saat dimintai tanggapan atas kasus Nabiha al-Jalouli, pramugari TunisAir yang dipecat hanya karena berkukuh akan memakai hijab saat bekerja.

Sang menteri ternyata mendukung keputusan maskapai saat diwawancarai kemarin. "Ketika pendengaran pramugari bisa berkurang 30 persen, nyawa penumpang jadi taruhannya," kata Ramadan, seperti dilansir Stasiun Televisi Al Arabiya, Kamis (15/10).

Pengguna Twitter di Tunisia ramai-ramai mengecam Ramadan. Menter Transportasi itu disebut bicara ngawur, bahkan merendahkan pilihan perempuan yang secara sadar berhijab.

"Menteri Ramadan harus dianugerahi Nobel bidang Kesehatan berkat temuan ilmiahnya soal hijab," kata Mohammad Najib Mayna, salah satu pengurus Ikatan Dokter Tunisia.

Pakar kesehatan di Tunisia pun segera menyampaikan komentar bahwa tidak ada kaitannya hijab dengan berkurangnya kemampuan mendengar. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP