Menteri Prancis sebut wanita muslim pakai hijab seperti budak
Merdeka.com - Para desainer busana terkenal, termasuk dari Prancis, marak membuat baju yang bisa dipakai muslimah. Merek kenamaan seperti Marks and Spencer dan H&M yang melihat tren baru ini, juga mengeluarkan lini baju-baju muslim.
Menanggapi tren busana menutup aurat itu, Menteri Urusan Keluarga Prancis Laurence Rossignol tak merespon positif. Dia mengatakan penganut Islam yang mengenakan kerudung atau hijab sama seperti budak berkulit hitam.
Pernyataan kontroversial Rossignol dikeluarkan hanya beberapa hari setelah merek Marks and Spencer mengeluarkan produk pakaian renang tertutup untuk muslimah di seluruh London. Produk ini juga dikeluarkan sebelumnya di cabang Dubai dan Libya.
Perempuan Prancis ini mengatakan kerudung telah mematikan kebebasan berbusana wanita.
"Banyak yang dipertaruhkan perusahaan akan kontrol sosial terhadap tubuh perempuan. Ketika sebuah merek menggeluti pasar garmen Islam, mereka melalaikan tanggung jawab sebagai pembuat busana bagus dengan membuat tubuh perempuan terkurung," kata Rossignol, seperti dikutip dari metro.co.uk, Kamis (31/3).
"Gaya berpakaian muslimah mungkin membuat mereka terlihat religius, namun mereka yang mengenakan pakaian dengan kerudung yang tertutup seperti itu sama dengan orang kulit hitam yang jadi budak," lanjut dia.
Dia mengatakan, perusahaan tidak bisa menempatkan model perempuan muslim untuk mengenakan pakaian seperti itu. Rossignol juga menuturkan perusahaan akan mengalami kerugian besar karena hal tersebut.
Prancis sendiri telah melarang warganya mengenakan kerudung lengkap dengan cadar di muka umum. Pemerintah melakukan hal ini untuk keamanan. Lagi pula pakaian tersebut tidak mencerminkan kesan Paris merupakan kota fesyen.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya