Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Luar Negeri Bangladesh dipastikan hadiri KTT OKI di Jakarta

Menteri Luar Negeri Bangladesh dipastikan hadiri KTT OKI di Jakarta Bangladesh. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Nazmul Quaunine memastikan, Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abul Hassan Mahmud Ali, akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Maret mendatang.

"Kami akan mengirimkan Menteri Luar Negeri kami untuk hadir dalam KTT OKI di Jakarta," ujar Nazmul, saat ditemui dalam acara Hari Internasional Bahasa Ibu di Kedutaan Besar Bangladesh untuk Indonesia, Jakarta, Minggu (21/2).

KTT yang membahas mengenai status Palestina dan Yerusalem ini menjadi salah satu agenda penting bagi Bangladesh. Nazmul mengatakan, Bangladesh merupakan salah satu negara Islam yang besar, sama seperti Indonesia, maka adanya KTT OKI ini menjadi penting bagi negara berbatasan dengan Pakistan itu.

"Bangladesh merupakan salah satu negara muslim terbesar di dunia, seperti Indonesia. KTT Luar Biasa OKI ini akan membahas mengenai masalah yang terjadi di negara-negara muslim, maka kita mengirim menlu untuk dapat hadir di acara ini," seru Nazmul.

Palestina, yang merupakan pembahasan utama dalam KTT Luar Biasa OKI ini, dianggap sangat penting oleh Bangladesh. Dubes Bangladesh ini mengatakan, Palestina sebagai salah satu negara Islam harus merdeka.

"Tentu saja Palestina sangat penting untuk kami. Sama seperti negara Islam lainnya, kita harus menegakkan status negara sahabat kami tersebut," tutur Nazmul.

Dubes Nazmul juga mengatakan pada KTT Regular OKI yang diselenggarakan April nanti di Istanbul, Turki, Perdana Menteri Bangladesh, Hasina Wazed, akan datang mewakili negaranya.

KTT Luar Biasa OKI akan diselenggarakan pada 6 hingga 7 Maret mendatang. Acara yang dihelat di Jakarta ini nantinya akan membahas mengenai kebebasan Al Quds Al Syarif.

Sebanyak lebih dari 50 negara yang tergabung dalam OKI diundang untuk menghadiri acara ini. Tak hanya itu, empat negara kuartet, yakni Amerika Serikat, Rusia, PBB dan Uni Eropa. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP