Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Jepang sebut negara harus biarkan warga uzur cepat mati

Menteri Jepang sebut negara harus biarkan warga uzur cepat mati Menteri Keuangan Jepang Taro Aso. huffingtonpost.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, tiga hari lalu membuat pernyataan kontroversial yang menyinggung makin banyaknya populasi orang lanjut usia di negeri Sakura itu.

Situs the Huffington Postmelaporkan, Kamis (24/1), Aso mengatakan mereka yang uzur hanya akan menyebabkan masalah keuangan. Ini lantaran menurut dia, negara harus terus menanggung biaya kesehatan mereka.

"Surga justru melarang Anda yang memaksakan seseorang terus hidup ketika dia mau mati. Saya ingin katakan, pengobatan mereka dibayar oleh pemerintah," ujar Aso saat melakukan pertemuan dengan Dewan Nasional.

Mantan perdana menteri Jepang itu juga mengatakan masalah keuangan tidak akan selesai sampai negara mengizinkan orang-orang tua cepat mati. Namun, dia mengklarifikasi, pernyataan itu merupakan pendapat pribadinya.

"Saya mengatakan dari apa yang saya yakini, bukan hanya lantaran ingin mengakhiri hidup seseorang," kata dia. Dia bahkan menyebut akan sangat indah jika seseorang dapat menghabiskan masa-masa akhir hidup dengan damai.

Pernyataan kontroversial ini bukanlah yang pertama diutarakan Aso. Empat tahun lalu, saat dirinya masih menjabat sebagai perdana menteri Jepang, Aso juga membuat pernyataan kontroversial dengan mengatakan para lanjut usia tidak lain hanya sebagai beban pajak negara.

"Kenapa saya harus membayar orang yang bisanya hanya makan dan minum tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara saya setiap hari bekerja dan melakukan sesuatu, namun saya justru membayar pajak lebih banyak," ucap Aso.

Tidak hanya itu, Aso juga sempat membuat pernyataan yang menjadi berita utama di berbagai media di Jepang dua tahun lalu. Ketika itu dia menyebut negara yang dapat meraih kesuksesan adalah negara yang ingin ditempati oleh orang-orang kaya Yahudi.

Warga di atas usia 60 tahun memiliki populasi lebih dari 25 persen dari keseluruhan rakyat di Jepang. Harapan hidup di Jepang juga menjadi kedua terpanjang di dunia. Bahkan, dua tahun lalu, rata-rata wanita di Jepang bisa mencapai 85,9 tahun. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP