Menpan AS: Tak ada bantuan bagi Korut sampai langkah denuklirisasi diverifikasi
Merdeka.com - Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan Korea Utara tidak akan mendapatkan keringanan sanksi sampai negara itu telah menunjukkan langkah "tidak dapat diubah" untuk denuklirisasi.
"Korea Utara akan menerima bantuan, jika menunjukkan langkah-langkah yang dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah untuk denuklirisasi," kata Mattis dalam pertemuan dengan menteri pertahanan Korea Selatan dan Jepang, dikutip dari AFP, Minggu (3/6).
Berbicara pada konferensi keamanan di Singapura menjelang KTT yang direncanakan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Mattis mengatakan penting bahwa komunitas internasional terus menerapkan sanksi Dewan Keamanan PBB untuk saat ini.
"Pada saat ini kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama pertahanan kami sebagai cara terbaik untuk menjaga perdamaian", ujarnya.
Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo mengatakan bahwa mengingat perkembangan terakhir di Korea Utara, "seseorang dapat optimis dengan hati-hati saat kita maju".
Mattis cenderung tidak berkomentar di depan umum pada KTT mendatang, yang telah dikonfirmasi Trump akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni, dan sebaliknya ditangguhkan ke Departemen Luar Negeri.
Tugas utama di depan puncak adalah untuk menyelesaikan agenda. Batu sandungan utama kemungkinan adalah konsep denuklirisasi. Kedua belah pihak mengatakan mereka mendukungnya, tetapi ada kesenjangan yang menganga antara definisi tersebut.
Washington ingin Korea Utara dengan cepat menyerahkan semua senjata nuklirnya dengan cara yang dapat diverifikasi sebagai imbalan atas sanksi dan bantuan ekonomi.
Namun para analis mengatakan Korea Utara tidak akan mau menyerahkan penangkal nuklirnya kecuali jika diberikan jaminan keamanan bahwa AS tidak akan berusaha menjatuhkan rezim.
"Kami dapat mengantisipasi paling tidak jalan menuju negosiasi," kata Mattis.
"Sebagai menteri pertahanan, kami harus mempertahankan sikap pertahanan kolaboratif yang kuat. Sehingga kami memungkinkan para diplomat kami bernegosiasi dari posisi kekuatan yang tenang di masa kritis ini", ujar dia.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya