Menolak sajikan alkohol, pramugari muslim di-PHK maskapai AS
Merdeka.com - Maskapai ExpressJet yang berbasis di Kota Georgia, Amerika Serikat, memberhentikan pramugarinya, Charee Stanley. Pegawai muslim ini diminta tidak bekerja sampai waktu belum ditentukan, akibat menolak melayani penumpang yang meminta alkohol.
International Business Times melaporkan Senin (7/9), kasus ini bermula dua bulan lalu. Charee menyampaikan keluhan kepada atasannya pada 1 Juni. Dia berharap diizinkan tidak mengerjakan tugas menuangkan minuman beralkohol. Perusahaan pun menerima permintaan tersebut.
Charee, 40 tahun, adalah wanita Afrika-Amerika mualaf yang baru setahun terakhir tahu bahwa minuman keras dalam jenis apapun dilarang dalam ajaran Islam. Setelah beberapa pekan berjalan lancar, pada 2 Agustus pramugari ExpressJet lain melontarkan protes.
Pramugari yang mengadu itu mengatakan Charee tidak mengerjakan tugasnya secara profesional, mengenakan hiasan di kepala, serta "sekarang membawa buku bertuliskan bahasa asing" yang kemungkinan adalah kitab suci Al Quran.
Setelah ada laporan itu, manajemen ExpressJet meminta Charee mengambil cuti di luar tanggungan. "Seusai aturan, dia akan diberhentikan setelah 12 bulan," kata pengacara Charee, Lena Masri.
Keberatan di-PHK secara halus, Charee mengadukan kasusnya ke Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Cabang Michigan.
Gugatan Charee rencananya disidangkan di Komisi Kesetaraan Pekerjaan AS. CARI menilai perusahaan tidak bisa memberhentikan wanita itu hanya karena menolak menyediakan alkohol.
"ExpressJet harus ingat bahwa sesuai hukum mereka harus mengakomodasi kepercayaan Nona Charee," kata Masri.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya