Menlu sebut Israel copot pemindai logam karena tekanan politik
Merdeka.com - Setelah sepekan memasang alat pemindai di pintu masuk Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Israel akhirnya memutuskan untuk mencopotnya hari ini. Namun, kamera pengawas yang dipasang hingga kini masih dipertahankan.
"Saya mendapat laporan dari lapangan lengkap dengan fotonya tadi pagi Israel telah mencopot alat detektor logam di kompleks Al-Aqsa. Ini adalah hal yang perlu dicatat, dari semua tekanan politik yang kita berikan, Israel akhirnya mengambil tindakan ini," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ditemui usai menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (25/7).
Namun meski alat keamanan itu sudah dicopot, Menlu Retno tetap meminta agar pihak di lapangan terus melakukan pengawasan. Sebab, ada kemungkinan Israel memasang alat pengaman dalam bentuk lain.
"Terkait pencopotan, yang saya minta kepada duta besar di Aman adalah untuk mencari informasi kembali apakah ada pembatasan dalam bentuk lain yang dipakai untuk menggantikan detektor metal," ungkap Menlu Retno.
"Saat ini saya masih menunggu informasi lanjutan dari dubes kita di sana. Namun yang bisa saya konfirmasi di sana masih dilakukan body search terhadap para warga dan smart camera juga masih dipasang di kompleks tersebut," sambungnya.
Menlu Retno tidak menampik bahwa sikap Israel dalam konflik ini sudah mulai melemah setelah melihat perjuangan para pendukung yang meminta agar Masjid Al-Aqsa dibebaskan.
"Kita lihat perkembangannya. Tetapi kita mencatat bahwa ada satu pergerakan itu sudah menunjukkan bahwa Israel mulai mendengar. Intinya misi kita adalah memberikan akses bebas bagi umat Muslim yang ingin beribadah sebab akses itu merupakan hak mendasar bagi setiap orang," tandasnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya