Menlu Retno sebut Presiden Jokowi belum sepakat beli Sukhoi
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi membantah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Indonesia untuk membeli pesawat Sukhoi Su-35.
"Saya ingin sampaikan klarifikasi bahwa ada berita Indonesia borong pesawat tempur Sukhoi. Perlu saya klarifikasikan, peristiwa itu tidak ada," ucap Retno di Sochi Rusia, Kamis (19/5), seperti dikutip dari keterangan pers Tim Komunikasi Presiden.
Menurut Menlu Retno, Presiden Jokowi ke Rusia hanya membicarakan tentang isu pertahanan. Namun, Retno menambahkan, tidak ada pembicaraan khusus mengenai pembelian pesawat Sukhoi Rusia yang terkenal itu.
"Kita bicara konteks pertahanan dalam hal luas," ujar Retno.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Hubungan Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri RI, menyatakan salah satu poin pertemuan kedua kepala negara adalah kerja sama di bidang pertahanan, termasuk pembelian alustsista. TNI AU sendiri, sejak dua tahun terakhir menunjukkan minat serius menambah jet tempur Sukhoi buatan Rusia ini.
"Pembelian pesawat sukhoi, saya bayangkan akan diangkat di pertemuan bilateral," kata Adji di Ruang Palapa, Gedung Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Kamis pekan lalu.
Sementara itu, April lalu perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec, menyebutkan Indonesia sangat yakin dengan kemampuan teknologi yang dimiliki pesawat tempur Sukhoi Su-35 dan akan menambah jumlah pembelian hingga 18 unit.
Keyakinan itu diungkapkan oleh perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec. Disebutkan pula, Indonesia dan Rusia segera meneken kontrak pembelian Su-35 Flanker dalam waktu dekat.
"Secara prinsip, keputusan sudah dibuat, kami menantikan dimulainya pembicaraan," ungkap Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Rostec, Viktor Kladov, dalam wawancaranya dengan RIA Novosti.
TNI AU yang memang sudah mengincar Sukhoi mengatakan pesawat tempur ini nantinya akan menggantikan peran F-5 Tiger dalam mengamankan udara Indonesia.
Sukhoi Su-35 merupakan varian terbaru pengembangan Su-27M yang lama berdinas di lingkungan AU Soviet selama beberapa dekade. Peningkatan terus dilakukan, terutama sistem avionik mereka dalam menghadapi negara-negara Barat yang terus berupaya memata-matai kekuatan tempur mereka. Pesawat ini juga memiliki kemampuan untuk menyerang objek di daratan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya