Menlu Jerman bertemu dengan Presiden Palestina di Ramallah
Merdeka.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di kota Ramallah, Tepi Barat. Pada pertemuan itu, Abbas menyuarakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Jerman dengan tujuan untuk melanjutkan kembali perundingan perdamaian Palestina-Israel yang macet, menurut Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki.
"Abbas memberi penjelasan kepada Menteri Luar Negeri Jerman tentang keputusan Trump baru-baru ini mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," kata al-Maliki dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (27/3).
Desember lalu, Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, memicu kecaman dan protes luas di seluruh dunia Arab dan Muslim.
Al-Maliki juga menegaskan kembali panggilan untuk konferensi internasional pada proses perdamaian Timur Tengah, yang katanya, seharusnya tidak lagi dianggap sebagai pelestarian eksklusif Washington.
"Kami mengandalkan Jerman, Uni Eropa, dan Kuartet (yang terakhir terdiri dari AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB) untuk memberikan suasana yang tepat bagi pembukaan kembali perundingan perdamaian," kata al-Maliki.
Maas mengatakan negaranya memberi dukungan adanya 'solusi dua negara' dalam konflik antara Israel-Palestina yang sudah berlangsung puluhan tahun.
"Tetapi sulit untuk memajukan proses perdamaian tanpa kehadiran AS," katanya.
Maas tiba di Ramallah Senin pagi waktu Palestina, setelah mengunjungi Israel di mana dia mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Israel.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya