Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menimbang peran adik Kim Jong-un dalam dialog AS-Korut

Menimbang peran adik Kim Jong-un dalam dialog AS-Korut Kim Yo Jong adik perempuannya dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, kemarin tiba di Korea Selatan sebagai pemimpin delegasi Korut dalam ajang Olimpiade Musim Dingin.

Dilansir dari laman Korean Herald, Kamis (8/2), kehadiran Kim Yo-jong memicu munculnya pertanyaan apakah kunjungan dia bisa menjadi awal dari dialog antara Korea Utara dengan Amerika Serikat yang selama ini berseteru.

Dia menjadi anggota pertama dari 'dinasti' Kim di Korut yang mengunjungi Korsel.

Pengamat menilai keputusan Kim Jong-un memilih adik perempuannya sebagai delegasi memperlihatkan pentingnya sosok Kim Yo-jong dalam jajaran kepemimpinan di Korut. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya untuk memecah kebekuan diplomatik di antara hubungan dekat Korsel dengan AS.

Namun kehadiran Kim Yo-Jong tampaknya tidak akan memberi banyak arti bagi peningkatan hubungan antara Korut dan AS dalam Olimpiade yang digelar 9-25 Februari ini.

"Saya kira kunjungan Kim tidak akan menjadi penentu perubahan dan saya juga menilai Korut tidak akan menggelar pembicaraan dengan AS dalam ajang Olimpiade, karena posisi keduanya (soal isu nuklir) tidak pernah berubah," ujar profesor di Universitas Kyungnam, Kim Keun-sik kepada The Korean Herald.

Sementara itu Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson tidak menutup kemungkinan bakal ada pertemuan spontan dengan pejabat Korut dalam Olimpiade.

"Kita akan lihat nanti," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS heather Nauert seraya mengatakan 'tidak ada rencana bertemu dengan pejabat Korut di saat dan sesudah Olimpiade.'

"Saya kira hubungan Korut dengan AS bisa saja terjadi, tapi tidak akan soal pelucutan nuklir," kata dia. "Korut pada dasarnya menginginkan AS bisa menerima kenyataan bahwa mereka memiliki senjata nuklir dan membahas perdamaian di Semenanjung Korea."

Lee Woo-young, profesor di Universitas Studi Korea Utara juga menyatakan meski Pyongyang dan Washington tampaknya tidak akan saling bersepakat, namun ajang Olimpiade bisa menjadi pintu untuk membuka pembicaraan antara Korut-AS.

Di hadapan media, baik Pyongyang maupun Washington sudah menegaskan mereka tidak tertarik untuk menggelar pertemuan.

"Kami tidak pernah meminta bisa berdialog dengan AS dan di masa depan pun begitu," ujar seorang direktur di Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip kantor berita KCNA. "Kami tidak akan menjadikan Olimpiade Musim Dingin ini jadi ajang politik. Tidak ada keperluan untuk itu."

Sementara itu Wakil Presiden AS Mike Pence yang memimpin delegasi AS dalam Olimpiade ini mengatakan negaranya akan menerapkan sanksi ekonomi lebih berat kepada Korut dan mendesak adanya seruan internasional untuk menekan Korut agar meninggalkan program nuklirnya.

"Kami tidak akan membiarkan Korut bersembunyi di balik Olimpiade padahal kenyataannya mereka menindas rakyatnya dan mengancam keamanan kawasan," ujar Pence ketika berada di Jepang Rabu lalu.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP