Menguak Strategi China Hadapi Protes Hong Kong
Merdeka.com - Sepuluh pekan sudah demo Hong Kong berlangsung. Sejauh ini tidak nampak tanda-tanda pemerintah atau demonstran menyurutkan aksinya.
Sejak 9 Juni lalu ratusan ribu warga Hong Kong turun ke jalan mendukung protes terhadap RUU Ekstradisi dan menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan kebijakan pemerintah.
Pekan lalu banyak keluarga dan warga lansia ikut bergabung dalam demo untuk menunjukkan dukungan mereka kepada demonstran. Padahal pemerintah China berharap kelompok 'mayoritas yang diam' ini menjadi pintu mereka untuk melemahkan demonstran.
Dalam jumpa pers di Beijing Selasa lalu, juru bicara pemerintah Hong Kong membagi demonstran menjadi dua kelompok.
"Di bagian terdepan ada kelompok kecil pendemo radikal. Di bagian tengah adalah warga yang lebih ramah yang selama ini dibujuk rayu untuk ikut berunjuk rasa," kata Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Macau, seperti dilansir laman CNN, Kamis (8/8).
Dalam jumpa pers itu Yang menyoroti soal dampak ekonomi dari demo Hong Kong dan mendesak warga untuk 'tetap setia menjaga tanah air kita yang indah'.
"Lakukan seperti yang diperbuat seorang ibu kepada anaknya yang sedang marah di rumah," kata dia. Menurut Yang demo Hong Kong ini sudah melebihi batas kebebasan berekspresi yang diizinkan.
©Justin Solomon/CNN
Meski tidak ada tanda-tanda demo akan mereda, namun pengamat menilai pemerintah China akan berharap serangan demonstran terhadap fasilitas publik akan membuat mereka tidak disukai sebagian kelompok masyarakat.
"Mereka adalah kelompok masyarakat moderat, warga berumur yang konservatif, orang tua yang takut anak-anak mereka melanggar hukum, ditangkap, dan merusak masa depan mereka," kata Ma Ngok, pengamat politik dari Universitas Hong Kong.
Namun menurut Ma, meski Beijing berusaha memisahkan elemen separatis radikal dalam demo di Hong Kong, kekerasan oleh aparatlah yang selama ini dipandang lebih buruk di mata masyarakat.
"Sejauh ini saya belum melihat ada serangan balik massal terhadap para pendemo," kata Ma.
Dalam jumpa pers Selasa lalu itu pemerintah Hong Kong kembali menyinggung soal dampak ekonomi dari demo yang berlarut-larut.
"Kami ingin tegaskan kepada sekelompok kecil mereka yang berbuat kekerasan, siapa pun yang bermain api akan terbakar," kata Yang.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya