Mengenal Kuil Erawan yang jadi sasaran pelaku teror di Bangkok
Merdeka.com - Kuil Erawan yang berada di pusat kota Bangkok, kini jadi perhatian dunia setelah bom pipa meledak di lokasi itu, menyebabkan 27 orang tewas. Erawan merupakan sebuah kuil yang paling bayak dikunjungi wisatawan apabila ke Thailand.
Kuil Hindu ini tidak semegah kuil lain yang ada di Bangkok, mengingat mayoritas warga Thailand menganut ajaran Buddhis. Kendati begitu, kuil Hindu ini relatif lebih banyak didatangi turis.
Kuil terletak di area strategis perempatan Ratchadamri dan Rama I Road ini selalu dipenuhi manusia. Tiap harinya, kuil ini dibuka pukul 06.00 sampai 24.00 dan tidak pernah sepi. Bisa jadi, alasan itulah yang menyebabkan pelaku teror memilihnya sebagai lokasi menjalankan aksi keji tersebut.

Setelah ledakan kemarin (17/8), sisa puing dan darah maish tersisa. Tetapi banyak warga dan wisatawan berusaha mendekat untuk berdoa walau hanya di luar pagar saja. Tak hanya yang beragama Hindu saja yang berdoa di kuil ini, para turis dari berbagai kepercayaan pun turut berdoa untuk mereka yang kehilangan nyawa dalam insiden kemarin.
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan rekaman kamera pengintai (CCTV) memberi petunjuk ada satu tersangka pelaku yang menanam bom pipa di kawasan padat turis tersebut.
"Masih belum terlalu jelas, tapi kami akan mengerahkan segala upaya mencari pria ini," ujarnya seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (18/8).
Mantan jenderal yang menguasai pemerintahan Thailand melalui kudeta ini meyakini pelakunya adalah kelompok dari kubu pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra. "Tersangka anggota kelompok antipemerintah yang berbasis di timur laut Thailand," kata Chan-ocha.
Sekadar informasi, pendukung Thaksin rata-rata kelompok petani yang berada di Provinsi Chiang Mai, wilayah timur laut yang disinggung sang pemimpin junta militer. Pada kisruh politik dua tahun lalu, mereka menamakan diri barisan kaus merah.
Media lokal Thailand menyebut korban tewas mencapai 27 orang. Sementara data resmi pemerintah menyebut angka 22. Sebagian korban tewas adalah warga asing, termasuk satu warga negara Indonesia berinsial LLT. Warga asing lain yang meregang nyawa berasal dari China, Singapura, Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya