Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengapa Banyak Tank Rusia Hancur di Ukraina?

Mengapa Banyak Tank Rusia Hancur di Ukraina? Deretan tank Rusia hancur di Sumy Ukraina. ©Irina Rybakova/Press service of the Ukrainian Ground Forces/Handout via REUTER

Merdeka.com - Diperkirakan Rusia kehilangan ratusan tank selama dua bulan menginvasi Ukraina.

Para pakar militer menyebut hal itu karena senjata anti-tank canggih yang dikirim negara-negara Barat ke Ukraina, dan cara buruk Rusia menggunakan tank-tanknya.

Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan Rusia kehilangan lebih dari 680 tank.

Sementara itu, Oryx, blog militer dan intelijen yang menghitung kerugian militer Rusia di Ukraina berdasarkan foto yang dikirim dari medan perang, mengatakan Rusia telah kehilangan lebih dari 460 tank dan 2.000 lebih kendaraan lapis baja lainnya.

Menurut Rand Corporation dan IISS, Rusia memiliki total sekitar 2.700 tank tempur utama saat awal konflik.

Seberapa efektif senjata anti tank?

AS memasok Ukraina dengan 2.000 rudal anti tank Javelin pada awal konflik dan sejak saat itu mengirim sedikitnya 2.000 lagi.

Dikutip dari BBC, Selasa (12/4), Javelin bisa ditembakkan sehingga rudal itu meledak di atas tank, menurut pembuatnya, Lockheed Martin.

Banyak tank Rusia dilengkapi dengan pelindung reaktif yang menyerap dampak rudal.

Namun, Javelin dilengkapi dengan dua hulu ledak. Satu menghancurkan pelindung reaktif, dan yang kedua menembus sasis atau semacam kerangka di bawahnya.

Inggris juga mengirim sedikitnya 3.600 rudal NLAW. Ini dirancang untuk meledak saat melewati bagian atas tank yang relatif terbuka.

"Javelin dan NLAW sangat ampuh," kata analis peneliti Royal United Services Institute (RUSI), Nick Reynolds.

AS memasok Ukraina dengan 100 drone anti-tank Switchblade.

Dikenal sebagai drone "kamikaze", drone ini dapat melayang di atas target bermil-mil jauhnya dari operator dan kemudian jatuh di atas tank, menghancurkannya dengan hulu ledak di ujungnya.

Menurut Profesor Phillips O'Brien dari studi strategi Universitas St Andrews, Rusia kekurangan patroli udara yang berarti memudahkan tentara Ukraina untuk masuk ke posisi mereka untuk menyerang barisan tank Rusia.

"Rusia tidak memiliki supremasi udara pada awal konflik," ujarnya.

"Dan jadinya mereka tidak bisa mengawasi udara, memantau pergerakan tentara Ukraina."

Kegagalan logistik

Menurut data Oryx, setengah dari tank Rusia yang hilang belum dihancurkan oleh musuh tapi disita atau terbengkalai.

Para ahli menganggap ini sebagai kegagalan logistik, dan ketidakmampuan pasukan Rusia.

"Anda telah melihat gambar tank Rusia yang diseret oleh traktor petani Ukraina," kata Prof O'Brien.

"Beberapa dari tank itu ditinggalkan karena kehabisan bahan bakar. Itu kegagalan logistik. Beberapa terjebak di lumpur musim semi, karena komando tinggi menyerbu pada waktu yang salah dalam setahun."

"Pasukan darat Rusia terdiri dari banyak prajurit wajib militer dan calon prajurit. Itu membuat mereka, menurut istilah dunia, pasukan tempur berkualitas rendah sampai menengah," jelas Nick Reynolds dari RUSI.

"Banyak tank yang terbengkalai karena cara mengemudi yang buruk. Ada yang terlempar dari jembatan. Yang lain terlempar ke parit sehingga relnya lepas. Kemampuan pasukan untuk menggunakan peralatan mereka kurang," jelasnya.

"Tetapi seringkali, tentara meninggalkan kendaraan mereka dan melarikan diri. Jadi, keinginan untuk berperang juga berkurang."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP