Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menebak peran Iran dalam konflik Suriah

Menebak peran Iran dalam konflik Suriah Ali Khamenei. newshopper.sulekha.com

Merdeka.com - Konflik perang saudara di Suriah kini sudah memasuki tahun keempat. Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan sudah 250 ribu jiwa melayang dan jutaannya warga Suriah mengungsi dari tanah kelahirannya. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) hingga kini masih merajalela.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda perang saudara itu akan berakhir. Rusia dan Iran selama ini dikenal pendukung rezim Basyar al-Assad. Sedangkan Amerika dan negara Barat lainnya mendukung kelompok pemberontak yang ingin menggulingkan Assad.

Pekan ini Iran buat pertama kalinya akan menghadiri pertemuan internasional dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, dan Jerman. Selain itu Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan yang digelar di Vienna Kamis dan Jumat pekan ini.

Kehadiran Iran memang tidak menjamin konflik Suriah akan berakhir, tapi setidaknya itu membuka kesempatan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Suriah.

Akhirnya Amerika mengakui, masa depan Suriah tidak bisa dibahas jika tanpa kehadiran Iran.

Surat kabar the Washington Post melaporkan, Kamis (29/10), yang juga menarik adalah melihat Arab Saudi duduk satu meja dengan Iran, dua negara yang selama ini bermusuhan di Timur Tengah. Saudi dan beberapa negara Timur Tengah lainnya selama ini memasok senjata kepada kelompok pemberontak sedangkan Iran mendukung Assad dengan bantuan keuangan dan persenjataan serta penasihat militer.

Pihak Saudi ingin Assad disingkirkan dan Iran tidak ikut campur dalam (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP