Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Memperbudak istri sendiri, pria Inggris dipenjara 2 tahun

Memperbudak istri sendiri, pria Inggris dipenjara 2 tahun Safraz Ahmed terbukti memperbudak istri sendiri. ©2016 Merdeka.com/AFP

Merdeka.com - Safraz Ahmed (34) akhir pekan ini dijatuhi hukuman penjara dua tahun karena memperlakukan istri seperti budak. Warga Kota London, Inggris, itu menjadi pria pertama di Negeri Ratu Elizabeth yang dipenjara karena perlakuan kasarnya pada istri yang tidak manusiawi.

Ahmed sering memaksa istrinya bekerja membersihkan rumah. Hubungan mereka, menurut jaksa penuntut, bukanlah suami-istri tapi lebih mirip majikan dengan budak.

Hakim Christopher Hehir dalam pembacaan vonis, mengatakan Ahmed terbukti sering memaki istrinya, mengirim SMS berisi ancaman, serta mengancam akan menjatuhkan sang istri dari jembatan jika menolak melakukan perintahnya.

"Tindakan terdakwa masuk kategori kekerasan verbal, intimidasi, agresi, serta menyebabkan kesedihan bagi korban," kata Hehir seperti dilansir the Guardian, Minggu (3/4).

Sang istri, Sumara Iram, bukanlah warga Inggris seperti Ahmed. Iram baru tiba di Inggris pada 2012, mengikuti perjodohan yang sudah diatur orang tuanya dari Pakistan. Dari awalnya berharap bisa mendapatkan kehidupan lebih baik bersama Ahmed, perempuan malang ini justru disiksa nyaris setiap hari.

"Saya tidak pernah diizinkan keluar rumah. Saya tidak dibolehkan mempunyai teman. Saya tidak pernah bisa bersosialisasi," kata Iram dalam pengakuan terpisah kepada polisi. Jika Ahmed kesal melihat pekerjaan Iram yang dianggap tidak rapi, maka perempuan itu akan dipukuli. "Saya memasak, membersihkan rumah, mencuci, menyetrika, menjaga anak-anak keluarga besar Ahmed, dan pasti ada saja yang salah di mata mereka," imbuh Iram.

Pengacara Iram, Damaris Lakin, meyakini ini kasus pertama ada suami memperlakukan istrinya seperti budak di Inggris.

Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri Inggris, Bernard Silverman, mengatakan kasus ini harus menjadi titik tolak kepolisian agar lebih serius memantau KDRT terselubung. Dia memperkirakan cerita Iram-Iram lainnya banyak terjadi tanpa pernah ada laporan ke penegak hukum.

"Perkiraan kasarnya ada 10 ribu hingga 13 ribu orang terduga korban perbudakan modern di Inggris, ini termasuk perempuan yang dipaksa suami melakukan pekerjaan mereka mau," urainya.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP