Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Membandingkan pembantaian etnis Rohingya dan Bosnia

Membandingkan pembantaian etnis Rohingya dan Bosnia Pengungsian muslim Rohingya di Myanmar terbakar. ©REUTERS/Soe Zeya Tun

Merdeka.com - Pemerintah Myanmar kini tengah menjadi sorotan dunia internasional. Dengan alasan memburu pelaku penyerangan markas kepolisian, sepasukan militer malah menyerbu wilayah permukiman etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Sejak 9 Oktober, diperkirakan lebih dari seratus orang tewas dan ratusan lainnya ditahan militer Myanmar. Sekitar 150 ribu warga tidak mendapat bantuan pasokan pangan dan obat-obatan, puluhan wanita mengaku diperkosa dan lebih dari 1.200 rumah warga dibumihanguskan. Angka itu belum termasuk 30 ribu warga yang mengungsi.

Serbuan dilakukan dengan senjata lengkap. Termasuk penggunaan helikopter tempur yang disebut-sebut dipakai untuk menembaki warga tidak bersenjata.

Tak hanya militer Myanmar, kecaman juga diarahkan kepada pejuang demokrasi Aung San Suu Kyi. Wanita yang pernah mendapatkan nobel perdamaian ini diam saja saat serangan militer terjadi di selatan negerinya, bahkan tak ada upaya untuk mencegahnya.

pengungsian muslim rohingya di myanmar terbakar

Diamnya Suu Kyi membuat dunia marah. Warga di seluruh belahan dunia mendesak agar lembaga di Swiss untuk mencabut nobel yang diberikan kepada Suu Kyi.

Tragedi kemanusiaan ini bukan hanya sekali ini terjadi di Myanmar. Hampir setiap tahun masalah yang sama terulang kembali. Gara-gara itu pula, ribuan warga etnis Rohingya memilih menjadi pengungsi ke negara-negara melalui lautan.

Pembunuhan dan pembantaian besar-besaran yang dilakukan militer Myanmar terhadap kaum muslim juga pernah terjadi di tanah Eropa. Tragedi itu berlangsung antara tahun 1992 sampai 1995, di mana bangsa Serbia melakukan penyerbuan terhadap etnis Bosnia. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP