Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Membaca ketatnya peta persaingan Pemilu Malaysia

Membaca ketatnya peta persaingan Pemilu Malaysia Pemilu Malaysia. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Pada 9 Mei besok sekitar 15 juta penduduk Malaysia akan menyalurkan suaranya dalam pemilu. Sebanyak 222 kursi parlemen dan majelis di 12 negara bagian akan diperebutkan. Sekitar 65 persen kursi parlemen akan menjadi persaingan ketat. Pemilu yang dihadapi Najib Razak sebagai perdana menteri dan pemimpin koalisi berkuasa Barisan Nasional (BN) saat ini akan lebih sulit dari pemilu sebelumnya di 2013.

Najib Razak akan bersaing dengan Mahathir Mohamad, 92 tahun, mantan perdana menteri yang pernah berkuasa lebih dari enam dekade dan memimpin Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) yang sekarang menjadi bagian dari partai koalisi BN. Kini Mahathir memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan (PH).

Untuk memenangkan pemilu kali ini pemerintahan Najib harus mengembalikan tren merosotnya dukungan rakyat. Dikutip dari laman the Economist, Senin (7/5), satu dekade lalu BN kehilangan dua pertiga suara mayoritas di parlemen dan pada 2013 tren itu juga belum berubah. Politik rasial masih diharapkan menentukan hasil akhir. Sekitar 69 persen populasi Malaysia adalah bangsa melayu yang biasa disebut bumiputera. Selebihnya 24 persen adalah etnis China dan tujuh persen etnis India.

Bumiputera punya kecenderungan mendukung UMNO karena sistem politik rasial yang diterapkan partai sudah berlangsung sejak 1970-an. Warga keturunan melayu atau bumiputera masih mendapat keuntungan dari subsidi, beasiswa, dan keistimewaan lain yang diberikan pemerintah. Setidaknya 64 persen warga Negeri Jiran memilih UMNO. Sebaliknya sekitar 80 persen warga etnis China mendukung oposisi.

hari kemerdekaan malaysia ke 60

Hari Kemerdekaan Malaysia ke-60 ©2017 REUTERS/Lai Seng Sin

Rakyat Malaysia tampaknya lebih ingin mempertahankan fasilitas keistimewaan dari pemerintah ketimbang mengurusi isu lain. Kasus dugaan skandal korupsi di badan pemerintah 1MDB sebesar USD 4,5 miliar sempat membuat heboh Malaysia. Dana sebesar USD 700 juta diduga mengalir ke rekening Perdana Menteri Najib Razak. Pria 64 tahun itu membantah menyalahgunakan uang negara dengan mengatakan uang itu adalah hibah dari seorang pengeran Saudi. Meski oposisi terus menggoreng skandal ini namun masalah ekonomi masih lebih penting bagi para pemilih. Harga-harga kebutuhan rumah tangga, harga bahan bakar, naiknya inflasi sejak tahun lalu serta pajak membuat rakyat tertekan.

Memprediksi siapa yang akan menang antara Pakatan Harapan atau Barisan Nasional masih cukup sulit. UMNO sejauh ini menikmati dukungan partai Islam dan berupaya memecah suara oposisi di 158 kursi. Aturan ambang batas elektoral juga menguntungkan para kandidat UMNO dan mempersulit Pakatan Rakyat. Namun Mahathir berharap besarnya suara pemilih yang melebihi angka 80 persen di 2013 akan menguntungkan oposisi.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP