Melunaknya Kim Jong-un, kabar baik bagi perdamaian dua Korea
Merdeka.com - Setelah lebih dari lima dekade berperang, angin perdamaian akhirnya sepoi-sepoi mulai berembus di Semenanjung Korea.
Direktur Keamanan Nasional Korea Selatan Chung Eui-young kemarin mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan sepakat melakukan moratorium atau penghentian sementara uji coba nuklir jika negaranya menggelar dialog dengan Amerika Serikat.
Pernyataan Kim itu disampaikan dalam pertemuan bersejarah dengan delegasi Korsel di Pyongyang.
Menurut kantor berita AP dan Yonhap, Korea Utara juga menyatakan tidak ada alasan untuk memiliki senjata nuklir jika sudah ada jaminan keamanan.
Laman the Washington Times melaporkan, Selasa (6/3), tak hanya itu, Korut dan Korsel juga setuju menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi ketiga di Panmunjom, wilayah zona larangan perang di perbatasan, 53 kilometer di sebelah utara Seoul, akhir April nanti. Kedua pemimpin negara juga dijadwalkan akan hadir.
Chung memimpin sepuluh utusan Korsel atas undangan Kim Jong-un untuk bertemu dengannya dalam lawatan dua hari di Pyongyang.
Keputusan bersejarah Kim ini bisa membuka peluang perdamaian di Semenanjung Korea.
"Korea Selatan dan Korea Utara sepakat membangun jalur komunikasi antara kedua pemimpin negara untuk berunding dan mengurangi ketegangan militer. Keduanya juga setuju menjalin pembicaraan telepon sebelum pertemuan nanti," kata Chung, seperti dilansir laman Russia Today, Selasa (6/3).

suasana makan malam kim jong un dengan delegasi korsel di pyongyang ©KCNA via Reuters
Kim Jong-un menjamu para delegasi Korsel dengan makan malam kemarin dalam suasana hangat dan tulus, kata kantor berita Yonhap.
Pemimpin Korea Utara itu juga dilaporkan menegaskan soal keinginannya meningkatkan hubungan kedua negara dan membuka lembaran sejarah baru tentang penyatuan nasional. Dia memerintahkan anak buahnya untuk mengambil langkah-langkah konkret guna mempercepat perundingan.
Korea Utara juga berjanji tidak memakai senjata nuklir atau senjata konvensional apa pun terhadap Korea Selatan.
Kedua negara memperlihatkan pentingnya momentum Olimpiade Musim Dingin yang baru lalu di Pyeongchang, Korsel.
"Olimpiade Musim Dingin menjadi peristiwa penting yang memperlihatkan kekuatan dan martabat bangsa di dalam dan di luar negeri serta memberi atmosfer bagus untuk rekonsiliasi, persatuan, dan dialog antara Utara dan Selatan," kata Kim Jong-un, seperti dikutip KCNA.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya