Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

McDonald Putuskan Berhenti Beroperasi di Rusia Selamanya Setelah 30 Tahun

McDonald Putuskan Berhenti Beroperasi di Rusia Selamanya Setelah 30 Tahun Ilustrasi McDonalds. ©Creative Commons/Michael Rivera

Merdeka.com - Jaringan restoran cepat saji McDonald's atau McD memutuskan akan berhenti beroperasi di Rusia setelah 30 tahun lebih membuka cabangnya di negara tersebut. McD juga mulai menjual restoran-restorannya yang ada di seluruh Rusia.

Langkah ini diambil setelah McD menutup sementara 850 cabangnya sejak Maret lalu setelah Rusia melancarkan invasinya di Ukraina. McD membuka restoran pertamanya di Moskow pada 1990 setelah Perang Dingin berakhir.

Dalam pernyataannya, McD menyampaikan keputusan ini diambil karena "krisis kemanusiaan" dan "lingkungan operasional yang tidak dapat diprediksi" yang disebabkan perang Rusia-Ukraina.

"Ini adalah masalah rumit yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dengan konsekuensi besar," jelas CEO McD, Chris Kempczinski kepada para staf dan pemasoknya, dikutip dari BBC, Selasa (17/5).

"Beberapa pihak mungkin berpendapat bahwa memberikan akses makanan dan tetap mempekerjakan puluhan ribu warga negara biasa adalah hal baik," lanjutnya.

"Tapi mustahil mengabaikan krisis kemanusiaan yang disebabkan perang di Ukraina."

McD juga menyampaikan akan menjual semua cabangnya kepada warga lokal dan mulai memproses penghapusan nama, merek, dan menu restorannya.

Prioritas McD saat ini adalah memastikana 62.000 karyawannya di Rusia tetap digaji sampai proses penjualan rampung.

Ratusan perusahaan asing seperti Starbucks, Coca Cola, Apple, dan lainnya menghentikan operasinya di Rusia sejak Moskow menyerang Ukraina pada 24 Februari lalu. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP