Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menguak kelab erotis buat kaum tajir di New York

Menguak kelab erotis buat kaum tajir di New York Kelab erotis buat kaum tajir. ©2017 The New York Post

Merdeka.com - Bicara soal bisnis dunia malam tidak akan pernah ada habisnya. Baru-baru ini, sebuah media ternama di Amerika Serikat, The New York Post, berhasil merekam gemerlabnya sebuah kelab malam yang menggelar pesta seks bagi para orang kaya di kota asal Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu.

Salah satu harian terbesar dan ternama di AS itu mendapatkan akses masuk untuk melihat langsung kelab tersebut, di mana setiap pengunjung dapat berpesta pora sekaligus menyaksikan pertunjukkan seks secara langsung.

Acara itu digelar Sabtu (1/4) lalu, di sebuah presidential suite hotel bintang lima. Pesta ini dihadiri sekitar 100 orang kaya dan cantik serta berkumpul bersama dalam satu ruangan untuk menikmati setiap pertunjukan seks.

Ini merupakan yang pertama dari sejumlah pesta yang digelar Snctm, sebuah kelab erotis asal Los Angeles yang dibangun Gwyneth Paltrow dan Bill Maher, diungkap ke publik. Meski demikian, pihak penyelenggara telah meminta media tersebut untuk tidak menyebutkan lokasi, di mana pesta itu dipenuhi wanita tak berbusana dan diwarnai pemandian Jacuzzi.

Hubungan seks menjadi pemandangan yang sangat lumrah di tempat ini. Tidak hanya dilayani para wanita, sejumlah pria juga dipekerjakan untuk menambah suasana menjadi lenih meriah.

Layaknya serigala, setiap pengunjung seperti Josh, bisa menggerayangi tubuh setiap wanita satu ke wanita yang lain, bahkan meminta ciuman semacam French Kiss.

Lelaki berusia 26 tahun asal Rusia mendapatkan banyak keberuntungan untuk menikmati pesta tersebut, bahkan sebuah kartu nama akan meluncur dari tangannya apabila ada yang menolaknya, di mana dia menjabat sebagai 'direktur teknologi' dengan alamat di Park Avenue.

kelab erotis buat kaum tajir

"Ini sangat baru, dan banyak pendatang baru hanya mengintip. Mungkin kami dianggap remeh di LA karena di sana sudah berlangsung selama lima tahun," kata direktur operasi Snctm Nicolas de la Kethulle, kepada The New York Post, Kamis (6/4).

Setiap pria hidung belang yang datang harus membayar tiket masuk sebesar Rp 19,9 juta hingga Rp 24,9 juta per orang untuk sekali datang di setiap pesta, diskon akan diberikan jika pengunjung membawa pasangan wanitanya.

Sementara, harga menjadi anggota VIP dibanderol Rp 999,5 juta. Harga itu sudah termasuk tiket masuk seluruh pesta, akses ke ruang pribadi, Sampanye Cristal tak terbatas dan liontin perak untuk menunjukkan pemiliknya berada di atas rantai makanan. Mereka akan ditemani wanita-wanita cantik, yang diperiksa dengan hati-hati, dengan jumlah lebih banyak dibanding pria, tiga berbanding satu.

"Kami mendapatkan 1.000 pendaftar untuk event ini dan kami hanya 100 saja yang kami terima," jelas pendiri Snctm Damon Lawner, duda dua anak. "Semuanya adalah pengunjung yang terpilih."

Katie, seorang mahasiswa fashion, lebih dari sekadar melihat. Gadis ini datang bersama lelaki berusia 31 tahun yang dikenalnya dari Tinder, sayang pria itu gagal memberikannya kesenangan hingga dia mencari orang lain yang dianggapnya memiliki keunggulan seksual.

"Ini sangat hebat, tapi sedikit berlebihan. Keramaian yang sangat seksi," kata gadis manis berambut coklat itu saat melihat satu per satu ruangan.

Lawner menggambarkan pria-pria New York terlahir sebagai 'penguasa alam semesta.' Seperti Wall Street yang berhasil mewakil kemajuan industri teknologi. Tidak ada satupun selebritis ternama yang terlihat masuk ke ruangan ini, namun 25 pengunjung masuk dengan menggunakan tuksedo serta mengenakan topeng.

kelab erotis buat kaum tajir

Sementara, para wanita berkisar antara 20 sampai 40 tahunan. Sebagian besar berasal dari LA, mengenakan lingerie dan sepatu hak tinggi.

Hitam seakan menjadi warna favorit dalam pesta tersebut. Hampir setiap wanita yang menjadi yang dipekerjakan untuk melayani para pria hidung belang berpakaian serba terbuka, atau mengenakan kostum hanya mencapai pundak namun tidak menutupi payudara mereka.

Memasuki tengah malam, seorang pria memasuki ruangan dengan rantai diikuti empat wanita. Mereka mengikuti alunan musik disko. Wanita-wanita itu mengenakan G-string warna hitam dan telinga kucing. Warna-warna sensual mereka lakukan demi menghibur para pria.

"Saya senang jadi peliharaan. Anda bisa pelihara saya," katanya merayu.

Dia bersama keempat penari tersebut didatangkan secara khusus oleh Lawner dari LA. Tujuh lainnya berasal dari New York. Sang bos juga telah membriefing mereka untuk 'Mengatur nada untuk malam kebebasan erotis'.

Katie kehilangan akal sehatnya malam itu. Hingga pukul 3 pagi, dia telah bercinta dengan enam orang, termasuk sebuah threesome dengan lelaki berusia 50 bersama seorang gadis Latin.

"Saya ingin mencari yang tua, gendut, jujurnya, saya sangat senang dengan kejutan," tutup sang gadis.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP