Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masa depan Prancis di bawah kepemimpinan presiden baru

Masa depan Prancis di bawah kepemimpinan presiden baru Emmanuel Macron. ©2017 Reuters

Merdeka.com - Emmanuel Macron resmi dinobatkan sebagai presiden yang akan memimpin Prancis dalam lima tahun ke depan. Pria 39 tahun yang juga mantan Menteri Ekonomi Prancis itu berhasil mendapat perolehan suara dengan selisih sangat jauh dari rivalnya, Marine Le Pen, yakni 65,5 persen berbanding 34,5 persen.

Meski sebelum dinyatakan menang Macron sempat terlibat kontroversi terkait akun surel kampanyenya yang diretas, nampaknya hal itu tidak mempengaruhi pilihan rakyat Prancis terhadapnya. Dia tetap menjadi kandidat yang merebut simpati para pendukungnya.

Selama masa kampanye, Macron menjanjikan berbagai kebijakan yang bertolak belakang dengan rivalnya, Le Pen. Menutup perbatasan dan menolak menggunakan mata uang Euro merupakan sedikit kebijakan yang dijanjikan Le Pen terhadap rakyat Prancis.

Sebaliknya, Macron justru berjanji akan terus menguatkan kerja sama dengan Eropa dan membuat ekonomi negara semakin terbuka. Selain itu, Macron juga berjanji jika terpilih menjadi presiden, maka dia akan lebih terbuka terhadap para imigran.

Dengan terpilihnya Macron, dipastikan Prancis akan mengalami perubahan khususnya dalam hubungan dengan Uni Eropa. Sebab, Macron diketahui merupakan sosok yang pro terhadap Uni Eropa dan hal itu bisa membuat para pendukungnya bernapas lega.

Tak hanya itu, terpilihnya Macron juga akan mendatangkan ketenangan tersendiri bagi komunitas Muslim di negara itu. Pasalnya, selain pro terhadap imigran, dia juga diketahui membela keberadaan komunitas Muslim dengan tidak mempermasalahkan agama apapun yang dianut di Prancis.

Dalam sambutan kemenangannya, Macron mengungkapkan masalah utama yang dialami oleh Prancis selama ini dan berjanji akan menemukan penyelesaiannya.

"Banyak sekali masalah yang menyebabkan perpecahan di antara kita dan penyebabnya antara lain masalah ekonomi, demokrasi, dan lemahnya moral negara. Karena itu tanggung jawab saya adalah mendengarkan mereka sambil terus melindungi kaum yang lemah," katanya, seperti dilansir dari laman Independent, Senin (8/5).

"Saya akan memerangi ketidaksetaraan, menjamin keamanan dan kesatuan bangsa. Saya juga memastikan kami tidak akan keluar dari Uni Eropa. Melalui kerja, pendidikan, dan pengembangan kebudayaan, saya akan memberikan harapan kepada negara kita," sambungnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP